Unduh Aplikasi
WTP Pemerintah Aceh 2019

Gizi Buruk Capai 20 Kasus, Kadiskes Aceh Barat Sebut Biasa

Gizi Buruk Capai 20 Kasus, Kadiskes Aceh Barat Sebut Biasa
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Dinas Kesehatan Aceh Barat mencatat kasus gizi buruk hingga akhir tahun 2018 mencapai 20 kasus, dan 46 kasus penderita gizi kurang.

Angka ini justru meningkat jika dibandingkan dengan data tahun 2016. Pasalnya angka gizi buruk tahun 2016 dari data yang diterima AJNN hanya 16 kasus, atau terjadi peningkatan empat kasus jika dibandingkan dengan tahun 2018.

Anehnya, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Teuku Ridwan, menganggap 20 kasus angka gizi buruk dan 46 kasus gizi kurang merupakan yang lumrah.

"20 kasus itu biasa. Tidak masuk kata rawan. Baru dianggap rawan itu kalau sudah lima puluh persen lebih dari jumlah balita atau anak," kata Teuku Ridwan kepada AJNN, Kamis (14/3).

Baca: Tahun 2018, Sebanyak 194 Warga Aceh Barat Alami Stunting

Ridwan juga menilai peningkatan empat kasus dibandingkan tahun 2016, masih digaris aman, dan tidak menjadi masalah besar bagi dinas yang memiliki tanggung jawab dalam mengurusi kesehatan masyarakat itu.

Untuk menekan kasus gizi buruk dan gizi kurang tersebut, Ridwan mengaku akan melaksanakan lima kegiatan program yang juga berkaitan dengan menekan angka masyarakat yang mengalami stunting.

"Kegiatan yang akan dilakukan tahun ini, yakni sosialisasi 1000 hari pertama kehidupan, orientasi pemberian makanan bayi dan anak, orientasi simulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak, dan kelas ibu, dengan jumlah anggaran Rp 250 juta," ungkapnya.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...