Unduh Aplikasi

GeRAK: Sekda Aceh Harus Orang Yang Belum Pernah Diperiksa KPK

GeRAK: Sekda Aceh Harus Orang Yang Belum Pernah Diperiksa KPK
Tiga calon Sekda ACeh. Foto: Ist

BANDA ACEH - Panitia Seleksi Calon Sekretaris (Sekda) Provinsi Aceh telah menetapkan tiga kandidat yang memiliki peringkat terbaik, mereka adalah Kamaruddin Andalah, M Jafar, dan Taqwallah.

Penulusuran AJNN, dari tiga calon Sekda Aceh itu, Taqwallah merupakan calon yang sudah beberapa kali dipanggil sebagai saksi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf.

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan sosok pejabat untuk menduduki jabatan Sekda Aceh kedepan. Salah satu yang harus diperhatikan adalah memiliki integritas yang baik dan tidak mempunyai konflik kepentingan terhadap pihak manapun, selain keperluan untuk melayani rakyat.

"Orang yang dipilih menjadi Sekda Aceh harus mempunyai integritas yang bagus, dan dipastikan terbebas dari konflik of interest," kata Askhalani kepada AJNN, Sabtu (12/1).

Askhalani menyampaikan, integritas yang dimaksudnya adalah seseorang yang mampu memegang teguh nilai antikorupsi atau tidak pernah diperiksa dalam pokok-pokok perkara tindak pidana korupsi. Apalagi sampai berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Orang yang diusulkan jadi sekda harus bebas dari dugaan tindak pidana korupsi, tidak pernah diperiksa dalam pokok perkara tersangka kasus pidana korupsi, tidak pernah berurusan dengan KPK," ujarnya.

Menurut Askhalani, sekda yang harus dipilih kedepanya yakni orang-orang kesehariannya bekerja secara profesional, dan tidak menjadikan jabatan hanya sebagai tempat mencari makan saja, tetapi benar-benar untuk melayani kepentingan publik.

"Seorang sekda itu orang yang dipilih karena kemampuan administrasinya, serta meyakini pekerjaan secara profesional," ujarnya.

Baca: Kamaruddin dan M Jafar Punya Rekam Jejak Positif, Taqwallah Empat Kali Jadi Saksi di KPK

Berdasarkan penulusuran GeRAK Aceh dari tiga calon Sekda Aceh itu, kata Askhal, M Jafar salah seorang yang cukup tepat ditunjuk sebagai Sekda Aceh kedepan, yang bersangkutan dinilai dapat berkerja lebih profesional.

"Menurut kami M Jafar cukup sesuai untuk dipilih jadi Sekda Aceh," ungkap Askhalani.

Sementara itu, pengacara muda dari kantor advokat ARZ dan rekan, Zulkifli menjelaskan seseorang yang pernah dipanggil menjadi saksi dan bahkan sudah diperiksa beberapa kali oleh penegak hukum terkait kasus tindak pidana korupsi, tidak cukup ideal jika menduduki jabatan strategis setingkat sekda.

"Sungguh sangat tidak ideal seseorang yang berkali-kali diperiksa KPK lalu menjadi Sekda," katanya.

Zulkifli juga mengatakan tidak menutup kemungkinan seorang saksi bisa saja dinaikkan statusnya menjadi tersangka, apalagi sudah beberapa kali diperiksa terhadap suatu kasus.

"Maka secara etis yang pernah diperiksa KPK tidak cukup tepat menjadi Sekda Aceh," imbuhnya.

Memang, tambahnya, dalam pasal 1 ayat 1 KUHP itu jelas disampaikan, dimana seseorang yang belum ada putusan pengadilan, kemudian tidak bisa dikatakan dia bersalah atau tidak, dan masih tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah.

"Tapi seorang saksi yang diperika berkali-kali disinyalir orang tersebut tahu persis terhadap kasus itu, dan bisa diduga juga ikut menikmatinya," kata Zulkifli.

Pemberitahuan Mulai Tender/Seleksi Sekda Aceh

Komentar

Loading...