Unduh Aplikasi

GeRAK: Mobil Baru Bupati dan Wakil Bupati Koen Buet Meukarat

GeRAK: Mobil Baru Bupati dan Wakil Bupati Koen Buet Meukarat
Edy Syah Putra, Koordinator Gerak Aceh Barat.

BANDA ACEH - Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat Edy Syah Putra mengecam rencana Pemerintah Kabupaten Aceh Barat membeli mobil dinas baru. Kendaraan baru itu akan digunakan oleh Bupati, Wakil Bupati, dan juga Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat.

Untuk membeli kendaraan itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengusulkan dana sebesar Rp 2,75 miliar dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) APBK-Perubahan tahun 2018. Untuk mobil dinas Bupati dianggarkan uang sebesar Rp 1,7 miliar, Wakil Bupati sebesar Rp 600 juta, dan Sekda sebesar Rp 450 juta.

Sumber: Gerak Aceh Barat

Edy juga menyebutkan terdapat anggaran lainnya yang diperuntukkan membeli mobil. Nilainya mencapai Rp 4 miliar. Total usulan anggaran untuk membeli mobil dalam anggaran perubahan 2018 ini mencapai Rp 6,75 miliar. “Ini sungguh angka yang fantastis jika dibandingkan dengan kondisi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Aceh Barat,” kata Edy, Kamis (13/9).

Menurut Edy, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan di Aceh Barat, pada 2017, berada para peringkat keenam dari 23 daerah di Aceh. Dengan fakta tersebut, wajar saja bila masyarakat menolak rencana pembelian kendaraan mewah itu.

Sumber: Gerak Aceh Barat.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109/2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah, dimana dalam pasal 7 ayat (1) menyatakan bahwa Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah disediakan masing-masing sebuah kendaraan dinas. Dan ayat (2) disebutkan bahwa Apabila Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah berhenti dari jabatannya, kendaraan dinas diserahkan kembali dalam keadaan baik kepada Pemerintah Daerah.

“Namun, saat ini pun, pimpinan daerah (Bupati dan Wakil Bupati) sudah mempunyai kendaraan dinas yang menurut hemat kami, mobil tersebut masih sangat layak dipergunakan oleh pimpinan daerah. Mobil baru Bupati dan Wakil Bupati koen buet meukarat,” kata Edy

GeRAK Aceh Barat meminta pemerintah kabupaten mengakomodir program yang berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pada Rencana Kerja Anggaran (RKA) APBK-Perubahan tahun ini. Terutama dalam upaya penurunan angka kemiskinan. Uang besar itu, kata Edy, lebih baik dialokasikan untuk penyediaan lapangan pekerjaan serta pembangunan infrastruktur dasar yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat miskin.

“Daerah ini masih butuh program pengentasan kemiskinan, lapangan pekerjaan, pembangunan infrastruktur dasar pendidikan, kesehatan, jembatan dan jalan di desa-desa terpencil. Ini yang seharusnya jadi perhatian. Bukan cuma sekadar membeli mobil dinas untuk kenyamanan diri sendiri,” kata Edy.

Berdasarkan catatan GeRAK dalam bidang kesehatan harus menjadi sektor penting yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, di mana untuk sektor pelayanan publik di bidang kesehatan tersebut masih perlu pembenahan yang lebih baik lagi.

“Kasus yang dialami oleh warga Desa Baro Paya, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, yang terpaksa melahirkan dalam sebuah mobil keluarga, dan kemudian bayinya meninggal dunia pada Selasa (23/5/2017) silam, seharusnya ini menjadi catatan penting bagi pemerintahan sekarang, agar kejadian tersebut tidak terulang maka yang perlu dibeli yaitu ambulans juga memastikan tenaga medis yang siaga 24 jam untuk  memberikan pelayanan terbaik kepada warga di Aceh Barat,” kata Edy.

Seharusnya Bupati dan jajaran pemerintahan Aceh Barat benar-benar fokus membenahi pelayanan sektor publik dengan meningkatkan anggaran di sektor tersebut. Program dan kegiatan serta anggaran di sektor ini harus menjadi prioritas.

“Ini kan sudah pernah diutarakan oleh Wabub (Banta Puteh Syam) pada 25 Januari 2018 silam, dimana untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, pihaknya akan terus berupaya dengan mengadakan fasilitas ambulans dan peralatan kesehatan di puskesmas lebih baik lagi. Apalagi di daerah terpencil memang sangat minim fasilitas penunjang kesehatan yang didapatkan oleh warga desa,” kata Edy.

Komentar

Loading...