Unduh Aplikasi

GeRAK Desak Polisi Usut Dugaan Pungli CPNS Aceh Barat

GeRAK Desak Polisi Usut Dugaan Pungli CPNS Aceh Barat
Kwitansi penyerahan uang kepada oknum pejabat agar lulus CPNS. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syahputra mendesak pihak penegak hukum, kepolisian Aceh Barat untuk mengusut dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan sejumlah oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNSD) kabupaten setempat.

"Kita berharap agar perkara ini dapat terang benderang dihadapan publik, apalagi hal ini sudah berlangsung lama dan baru terungkap dalam aksi yang digelar oleh ratusan honorer kategori 2 (K2) pada Senin (19/11) di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat," kata Edi.

Seperti diketahui, seorang peserta aksi, Irfan Marunduri, memperlihatkan bukti kwitansi materai sebagai bukti adanya penyerahan sejumlah uang kepada oknum pejabat tertentu di lingkungan pemerintahan kabupaten Aceh Barat.

"Kami menduga, dari informasi yang disampaikan oleh pegawai K2 kemarin adalah bentuk kekecewaan mereka disebabkan hingga saat ini status mereka belum diangkat menjadi CPNSD dan parahnya lagi, ada oknum pejabat yang memberikan iming-iming kepada mereka untuk diangkat menjadi CPNSD dengan syarat menyetorkan sejumlah uang," katanya.

Kata Edi, pihaknya sangat menyesali praktek pungli tersebut sudah berlangsung sangat lama. Dimana dari bukti penyerahan setoran tersebut sudah berlangsung dari tahun 2012 dan 2015. Dengan jumlah nominal uang bervariasi, yaitu Rp 45 juta rupiah dan Rp 15 juta rupiah.

GeRAK Aceh Barat berharap agar praktek pungli yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum pejabat pemerintah dapat di usut dengan tuntas hingga kemudian publik di Aceh Barat dapat mengetahui peristiwa ini dengan terang benderang, dan siapa dalang dalam kasus itu.

"Bagaimanapun mereka adalah korban dari oknum pejabat tersebut dan kita berharap agar siapapun tidak dengan mudah percaya dengan iming-iming menyetorkan sejumlah uang agar diangkat sebagai pegawai. Harapan kita sekali lagi adalah agar pihak penegak hukum segera mengusut kasus ini," katanya.

Komentar

Loading...