Unduh Aplikasi

Gelar Aksi, Honorer Beberkan Bukti Dugaan Pungli untuk Lulus CPNS

Gelar Aksi, Honorer Beberkan Bukti Dugaan Pungli untuk Lulus CPNS
Kwitansi penyerahan uang kepada oknum pejabat agar lulus CPNS. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Sejumlah oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, diduga melakukan pungutan liar (pungli) saat seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) kabupaten setempat.

Hal itu terungkap dalam aksi yang digelar oleh ratusan honorer kategori 2 (K2), Senin (19/11) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat. Salah seorang peserta aksi, Irfan Marunduri, memperlihatkan bukti kwitansi penyerahan uang kepada oknum tersebut.

Dalam alat bukti tersebut, tertera jumlah uang yang diberikan oleh CPNSD. Dimana pada satu kwitansi tertera uang sebesar Rp 15 juta, yang diteken oleh Teuku Putra Armansyah SE, tertanggal 8 Mei 2015. Sementara pada kwitansi lainnya, tertera uang yang diserahkan Rp 45 juta rupiah, tertangga 17 Desember 2012, yang diteken oleh Drs Bukhari MM.

Kedua kwitansi tersebut dibumbuhi materai yang telah diteken. Pada kwitansi yang tertera nama Drs Bukhari MM tertera tiga nama yang menyerahkan uang dengan keterangan untuk pembayaran kelulusan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sedangkan pada kwitansi yang diteken Teuku Putra Armansyah SE hanya ada satu nama yang menyerahkan uang, dan tertulis keterangan untuk pembayaran CPNSD.

Irfan Marunduri mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterimanya, transaksi penyeraham uang tersebut dilakukan dibeberapa tempat, seperti disalah satu hotel.

"Saya tidak mengetahui kepada siapa uang tersebut diserahkan. Teuku Putra Armansyah SE, kata Irfan, saat itu diduga menjabat sebagai Kepala Bidang Formasi, Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)," ujarnya.

Sementara, Drs, Bukhari, MM diduga merupakan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Aceh.

"Uang yang diserahkan kepada kedua orang tersebut, untuk kelulusan sebagai CPNSD di Aceh Barat, saya tidak tahu berapa orang yang menyerahkan, tapi yang baru saya dapatkan baru dua alat bukti," ungkapnya.

Hingga berita ini diunggah, AJNN belum mendapatkan konfirmasi dari Drs Bukhari MM. Pesan singkat yang dikirimkan juga tak kunjung dibalas.

Komentar

Loading...