Unduh Aplikasi

Gayo Merdeka Desak Plt Gubernur Akomodir Penolakan Tambang Emas di Linge

Gayo Merdeka Desak Plt Gubernur Akomodir Penolakan Tambang Emas di Linge
Aktivis Gayo Merdeka lakukan aksi tolak tambang di kantor Gubernur Aceh. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Aktivis Gayo Merdeka mendesak Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengakomodir sikap penolakan dan mencabut izin penambangan pengolahan biji emas oleh PT Linge Mineral Resources (LMR) proyek Abong di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Semestinya tuntutan dalam surat pernyataan kesepakatan menyebutkan pertambangan emas di Aceh. Bukan hanya tertuju kepada perusahaan PT. Emas Mineral Murni (PT.MM) saja.

"Perusahaan tambang emas di Aceh bukan hanya cuma PT EMM Tapi ada juga PT Linge Mineral Resources di Abong di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah," kata Aktivis Gayo Merdeka, Yusuf dalam keterangannya, Kamis (3/5).

Yusuf mengatakan, isu ini sama halnya dengan penolakan eksplorasi pertambangan di Aceh. Namun sayangnya gaung yang disampaikan pejuang lingkungan di Gayo, seperti tidak bersambut saat dilakukan demo di Banda Aceh. Mereka lebih terfokus pada PT EMM.

"Mungkin dengan cara dilangsungkan demo besar-besaran di Banda Aceh PT LMR lebih diperhatikan. Mungkin ini cara yang paling bagus, supaya Plt Gubernur mau mengakomodir sikap penolakan kami," ujarnya.

Yusuf menyebutkan, PT LMR mendapatkan IUP Eksplorasi pada tahun 2009 dengan nomor 530/2296/IUP-EKSPLORASI/2009 dengan luas area 98.143 ha, komoditas emas DM, di Kecamatan Linge dan Bintang Aceh Tengah.

Yusuf menyampaikan bahwa IUP eksplorasi diterbitkan oleh Bupati Aceh Tengah, dimana ztatus IUP eksplorasi perusahaan itu adalah Clean and Clear (CNC). Lalu, dari luas 19.628 ha tersebut berada di KEL & HL, sisanya 78.514 Ha hutan produksi.

Selanjutnya, kata Yusuf, pada 4 April 2019 lalu, PT LMR menerbitkan pengumuman rencana usaha dan/atau kegiatan dalam rangka studi AMDAL, dengan data yakni jenis rencana usaha penambangan dan pengelohan biji emas Dmp, seluas 9.684 Ha. Produksinya maksimal 800.000 ton per tahun di proyek Abong, Desa Lumut, Linge, Fesa Owaq dan desa penarun, kecamatan Linge, Aceh Tengah.

"Artinya dalam dengan satu tahap lagi, PT Linge Mineral Resource akan mendapatkan izin produksi /eksploitasi," jelasnya.

Karena itu, Yusuf menegaskan mereka akan menolak rencana penambangan biji emas itu.

"Kami menolaknya, alasannya, selain merusak lingkungan dan mencemari air dengan limbah, kehadiran perusahaan tidak bermanfaat untuk masyarakat. Kami tidak mau hutan dan alam tempat kami menggantungkan hidup hancur, kami tidak mau situs sejarah Linge hancur, itu tempat sakral suci orang Gayo, Linge itu rumah peradaban kami, indentitas kami," ungkap Yusuf.

Yusuf menambahkan, lokasi pertambangan emas itu merupakan tempat bersemayam raja-raja Linge. Salah satu daerah cikal bakal lahirnya masyarakat Gayo, suku tertua di Aceh. Mereka tidak ingin daerah keramat terganggu perusahaan.

"Inilah yang menjadi alasan kuat menolak tambang di sini. Maka kami meminta kepada Plt Gubernur Aceh untuk mengakomodir tuntutan masyarakat Aceh Tengah," ujar Yusuf.

Menyampaikan tuntutannya, hari ini aktivis Gayo Merdeka juga melaksanakan aksi di depan Kantor Gubernur Aceh, mereka mendesak agar Pemerintah Aceh mengakomodir penolakan masyarakat terhadap perusahaan tersebut.

Koordinator Aksi, Sutris menutukan bahwa mereka menolak kehadiran perusahaan tambang yang akan beroperasi di Linge Aceh Tengah tersebut. Karena dinilai bisa merusakan lingkungan disana.

"Kami menolak PT LMR yang akan beropreasi di Aceh Tengah. Kita menolak karena tidak ada tambang yang menguntungkan rakyat," tegasnya.

Sementara itu, Karo Humas Setda Aceh, Rahmad Raden saat menjumpai massa kembali menegaskan kalau Pemerintah Aceh sangat selektif terhadap izin pertambangan, jangan sampai kemudian lingkungan di Aceh rusak akibat aktivitas tersebut.

"Pemerintah Aceh sangat selektif kalau yang namanya tambang, karena jika tidak selektif daerah kita akan diobok-obok," tandasnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...