Unduh Aplikasi

Festival Ramadan Diharapkan Mampu Membawa Berkah untuk Penggerak IKM

Festival Ramadan Diharapkan Mampu Membawa Berkah untuk Penggerak IKM
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah (kiri) bersama Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin (dua dari kiri) sedang memukul beduk tanda dibukanya Festival Ramadhan 2019

BANDA ACEH - Aceh merupakan daerah yang kental dengan nuansa syariat Islamnya terus berbenah, mempercantik diri sebagai tuan rumah melalui semangat wisata halal dalam menyambut wisatawan untuk menikmati pesona wisata Aceh, khususnya pesona pada bulan suci Ramadaan dengan tagline “Wonderful Ramadaan in Aceh”.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mulai menyapa masyarakat melalui event wisata religinya yakni “Festival Ramadhan 2019," disini beragam kegiatan menarik dan Islami disugguhkan.

Festival Ramadan yang berlangsung selama dua minggu dari tanggal 7 sampai dengan 21 Mei 2019, mulai pukul 16.30 hingga 20.00 WIB ini dibuka langsung oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Selain menyantap kuliner khas Aceh, pada festival yang berpusat di area Taman Budaya, Banda Aceh ini, masyarakat atau pengunjung juga dapat menikmati berbagai atraksi seni saat malam tiba sekitar pukul 21.30 WIB hingga selesai.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengatakan, kegiatan festival ramadan ini kali pertama dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Acara ini dalam rangka menyambut bulan suci ramadan 1440 Hijriah.

Nova menuturkan, event yang dikemas dalam nuansa syariat islam ini harapkan mampu membawa keberkahan kepada masyarakat Aceh terutama yang menggerakkan Industri Kecil Menengah (IKM).

“Event ini sebagai wujud menggelorakan semangat syariat Islam yang selama ini kerap dipandang salah satu penghalang dunia kepariwisataan. Saya yakin, melalui penerapan itu kita bisa menjalankan pariwisata, jadi tidak perlu minder,” tutur Nova Iriansyah dalam sambutan pembukaan fetival ramadan ini, Selasa (7/5).

Dalam kesempatan ini, Nova juga menyarankan agar pelaksanaan acara wisata perlu juga memperhatikan kualitas kegiatan nya. Dirinya mendukung jika secara kuantitatif banyak event yang diselenggarakan, namun kualitasnya harus ditingkatkan secara perlahan.

"Kita diberi tugas untuk menambah angka kunjungan wisatawan ke Indonesia. Calendar of Event (COE) Aceh secara kuantitatif kita mendukung, tapi secara kualitatif harus ditingkatkan secara pelan-pelan," sebut Nova.

Untuk itu, Nova menyarankan agar kedepan acara seperti ini harus dipublikasikan, bahkan juga melalui media sosial, sehingga event ramadan ini benar-benar mendatangkan wisatawan.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin menyampaikan Festival Ramadan 2019 itu sebagai salah satu event wisata islami yang masuk dalam COE Aceh. Melalui perhelatan festival ini diharapkan bisa menyemarakkan bulan suci ramadan dengan ragam kegiatan yang bersifat syiar dan syair.

“Usai berbuka dan salat tarawih masyarakat dapat datang lagi ke arena festival sejak pukul 21.30 WIB,” kata Jamaluddin dalam sambutannya.

Jamaluddin menyebutkan, festival ramadan ini diikuti sebanyak 24 stand kuliner dan 16 stand non-kuliner. Dan mereka semua adalah masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah.

"Sebenarnya masih banyak yang mau ikut, tetapi karena tidak cukup space (ruang), makanya kita tunda dulu untuk tahun festival tahun ini," ujarnya.

Jamaluddin mengatakan, festival ini tidak hanya memperkenalkan Aceh sebagai destinasi wisata halal, melainkan juga mengundang para wisatawan muslim melaksanakan ibadah puasa di Aceh dengan penuh khidmat dan keberkahan.

ADV

Komentar

Loading...