Unduh Aplikasi

Fakta Terbaru, Bripka Anumerta Faisal Tewas Akibat Ditembak

Fakta Terbaru, Bripka Anumerta Faisal Tewas Akibat Ditembak
Polisi memperlihatkan pelaku dan barang bukti di Mapolres Aceh Utara, Jumat (31/8). Foto: Sarina

ACEH UTARA - Polres Aceh Utara akhirnya menggelar jumpa pers terkait penangkapan komplotan perompak kriminal bersenjata yang melakukan penusukan dan menewaskan seorang anggota Polri bernama Bripka Anumerta Faisal yang terjadi di kawasan Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu (26/8) sekitar 01.30 WIB, dini hari.

“Jadi pada saat itu ada sebuah perahu yang terdampar di kawasan tersebut. Jadi warga setempat merasa curiga kalau mereka ada membawa narkoba, kecurigaan itu diperkuatkan dengan dilihatnya tas yang berisikan senjata api,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, Jumat (31/8).

Karena merasa takut, warga setempat melaporkan kecurigaan itu kepada pihak kepolisian, saat itu karena lokasinya dekat, Bripka Anumerta Faisal mendatangi lokasi itu untuk menyelidiki, akan tetapi nahasnya ia ditembak oleh komplotan tersebut hingga meninggal dunia.

“Sebelumnya kami menginformasikan kalau Bripka Anumerta Faisal tewas karena mengalami luka tusuk, namun fakta sebenarnya, ia ditembak oleh komplotan tersebut sebanyak tiga kali tembakan,” ujar Ian.

Ian menambahkan, sebelumnya media sempat mengabarkan kalau ada enam orang komplotan yang ditangkap, sebenarnya seluruhnya delapan orang, dua meninggal, tiga masih ditahan, dan tiga lagi dibebaskan karena tidak terlibat dalam komplotan tersebut.

“Dua tersangka meninggal SA dan ZU, yang masih kami tahan berinisial DA, AR dan TA, sementara yang dibebaskan merupakan RBT bernama, Faisal, Syahrul dan Bahagia,” jelasnya.

Saat penangkapan terjadi, ZU tewas di tempat karena mencoba melemparkan granat ke kaki Kompol Suwalo, karena itu petugas melepaskan tembakan hingga tewas. Sementara SA meninggal karena saat itu mencoba melawan petugas dengan menusuk Bripda A menggunakan pisau, sehingga petugas melawannya sehingga terpental dan jatuh keparit.

“Kepalanya terbentur ke tembok, dan kami sudah visum, sehingga membuat pelaku kritis dan meninggal dunia,” ungkapnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...