Hasanudin
Unduh Aplikasi

Faisal Oesman: Hentikan Cara-cara Kotor untuk Suksesi Kadin Aceh

Faisal Oesman: Hentikan Cara-cara Kotor untuk Suksesi Kadin Aceh
Faisal Oesman. Foto: Ist

BANDA ACEH - Salah seorang pengusaha Aceh Faisal Oesman, menyampaikan keprihatinannya atas kinerja Kadin Aceh. Ia juga menuding Ketua Umum KADIN Aceh Firmandez sebagai orang yang bertanggungjawab atas buruknya kinerja organisasi pengusaha ini.

“Carut marutnya Kadin Aceh akibat prilaku kepemimpinan Firmandez yang memonopoli dan sangat ekslusif, mengakibatkan Kadin sebagai wadah para pengusaha tidak mampu memberi kontribusi bagi percepatan pembangunan ekonomi rakyat Aceh yang semakin terpuruk," kata Faisal Oesman kepada AJNN, Kamis (13/9).

Disisi lain, Faisal menilai terpilihnya Firmandez untuk ketiga kalinya sebagai ketua merupakan preseden buruk, bahkan kecelakaan sejarah dalam organisasi Kadin. Ia menilai hasil Musprov Kadin Aceh tahun 2013 dan terpilihnya Firmandes sebagai ketua yang ketiga kali cacat hukum atau ilegal, karena melanggar UU No 1 tahun 1987 tentang Kadin.

Ia menjelaskan pada ayat 2 Pasal 36 UU No.1/1987 disebutkan khusus untuk jabatan Ketua Kadin Indonesia, provinsi, dan kabupaten/kota dapat dipilih hanya dua kali berturut-turut atau tidak, terhitung sejak berlakukanya UU ini.

“Dia (Firmandez) sudah memimpin Kadin Aceh untuk ketiga kalinya, ini merupakan preseden buruk, dan kecelakaan konstitusional organisasi,” tegas Faisal.

Baca: Musprov Kadin Aceh Belum Ada Jadwal Pasti

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa kondisi ini telah menciptakan konflik internal diantara para anggota Kadin Aceh. Jadi indikator di atas, patut dicatat sebagai kerawanan terhadap integritas Kadin Aceh dalam menghadapi tantangan pembangunan Aceh kedepan.

"Perhelatan pergantian Ketua Kadin Aceh yang sebentar lagi digelar seyogyanya patut dijadikan episode penting dalam rangka membenahi Kadin Aceh kedepan yang kuat dan profesionalisme agar menjadi pilar utama penyanggah pertumbuhan ekonomi Aceh," ujarnya.

Namun, kata Faisal, untuk merebut momentum strategis tersebut, tidak kecil tantangan yang dihadapi, terutama menghadapi siasat kubu Firmandez yang mulai membangun barikade demi menempatkan kroninya sebagai ketua.

Faisal mencontohkan terkait mekanisme pemilihan Ketua Kadin Aceh periode 2018-2023, mulai ditandai indikasi praktek kotor yang dapat mencemari atmosfir demokrasi dalam Musyawarah Provinsi Kadin Aceh, diantaranya penempatan keluarga maupun kroni Ketua Kadin Aceh untuk menduduki posisi penting dalam kepanitiaan Musyawarah Prov Kadin Aceh.

"Oleh karenanya carut marut pengelolaan Kadin Aceh harus dibenahi dan dihentikan sekarang juga," katanya.

Faisal menyarankan pemilihan Ketua Kadin Aceh kali ini harus melalui mekanisme pemilihan ketua yang dilakukan secara konstitusional, transparan, adil dan bermartabat.

“Sudah saatnya Kadin Aceh menjadi motor tumbuhnya sektor rill ekonomi Aceh, diawali dengan pemilihan ketua yang sesuai konstitusi organisasi, transparan, adil dan bermartabat," ujarnya.

Adi Maros
Gratis Bea Balik Nama Non BL - SAMSAT Aceh
Gayo Alas Mountain Int Fest 2018

Komentar

Loading...