Unduh Aplikasi
WTP Pemerintah Aceh 2019

Erdogan: Turki Belum Ungkap Semua Hal Soal Pembunuhan Khashoggi

Erdogan: Turki Belum Ungkap Semua Hal Soal Pembunuhan Khashoggi
Recep Tayyip Erdogan (REUTERS/Umit Bektas)

ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan bahwa pihaknya belum mengungkap semua informasi yang dimiliki soal kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi. Erdogan juga menegaskan tekad Turki untuk membawa kasus Khashoggi ke pengadilan internasional.

"Kami bertekad untuk membawa kasus ini ke pengadilan internasional. Kementerian Kehakiman, Kementerian Luar Negeri dan badan intelijen kami sedang mengupayakan hal itu," tegas Erdogan dalam wawancara dengan television A-Haber, seperti dilansir AFP dan Press TV, Sabtu (16/2/2019).

Pada Oktober tahun lalu, beberapa minggu usai Khashoggi dibunuh, empat kelompok HAM terkemuka seperti Human Rights Watch, Amnesty International, Committee to Protect Journalists dan Reporters Without Borders, mendorong Turki untuk meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelidiki kasus Khashoggi.

Dalam wawancara dengan A-Haber, Erdogan melontarkan kritikan untuk pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang disebutnya 'mengabaikan' kasus Khashoggi karena hubungan bilateral dan aliansi dengan Kerajaan Saudi.

"CIA belum memberi perhatian penuh untuk isu ini. Kami memiliki harapan besar dari AS untuk kasus ini. AS perlu menempatkan kehadirannya, perhatiannya di sini," cetus Erdogan.

Ditambahkan Erdogan bahwa otoritas Turki sebelumnya belum mengungkapkan seluruh informasi yang didapatkan dari penyelidikan kasus pembunuhan Khashoggi.

"Kami belum memberikan seluruh elemen yang kami miliki," ujar Erdogan tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Diketahui bahwa Saudi yang sempat menyangkal, akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam 'operasi liar' oleh agen-agen intelijennya di Istanbul. Namun, otoritas Saudi dengan tegas membantah keterlibatan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dalam kasus tersebut.

Penyelidikan yang dilakukan otoritas Turki menunjukkan bahwa Khashoggi dibunuh oleh sebuah tim beranggotakan 15 warga Saudi yang ditugaskan ke Istanbul. Turki menyebut Khashoggi tewas dicekik sesaat setelah masuk ke dalam Konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen untuk pernikahannya dengan wanita Turki bernama Hatice Cengiz.

Tim yang diduga kuat menghabisi nyawa Khashoggi itu diketahui telah kembali ke Saudi. Otoritas Turki meminta agar Saudi mengekstradisi mereka agar bisa diadili di Turki, namun otoritas Saudi menolak mentah-mentah. Ditegaskan Saudi bahwa orang-orang yang terlibat kasus Khashoggi akan diadili di wilayahnya.

Khashoggi yang seorang wartawan senior Saudi dan kolumnis The Washington Post ini dikenal kerap mengkritik kebijakan Saudi dan MBS.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...