Unduh Aplikasi

Erdogan Tuduh Pejabat Saudi di Balik Pembunuhan Kashoggi

Erdogan Tuduh Pejabat Saudi di Balik Pembunuhan Kashoggi
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: Reuters

JAKARTA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh pejabat tinggi Arab Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan wartawan Jamal Kashoggi. Ini merupakan tuduhan pertama Erdogan secara langsung terhadap pemerintah Arab Saudi.

"Pembunuhan Khashoggi tak bisa dijelaskan," tulis Erdogan seperti dilansir CNN.

Erdogan menulis bahwa pihaknya tahu perintah untuk membunuh Khasoggi berasal dari level tertinggi pemerintah Arab Saudi.

Baca:Ramai-ramai Boikot Konferensi Investasi di Saudi karena Khashoggi

Kendati percaya bahwa pemerintah Arab Saudi ada di balik peristiwa ini, tapi Erdogan tetap percaya bahwa Raja Salman tak ikut terlibat.

"Saya tidak percaya sedikit pun bahwa Raja Salman, sang penjaga masjid suci, memerintahkan serangan terhadap Khasoggi," tulis Erdogan seraya menyebut bahwa pembunuhan itu tak mencerminkan kebijakan resmi Arab Saudi.

Turki dan Arab Saudi memang punya hubungan yang rumit. Keduanya sempat tak sepaham dalam beberapa isu di kawasan, termasuk soal hubungan Saudi dengan Qatar.

Erdogan menyayangkan tak adanya tindakan yang diambil terhadap Konsul Jenderal Arab Saudi, yang telah meninggalkan Turki.

Pemerintah Arab Saudi, dinilai Erdogan, terlalu mengulur-ngulur waktu.

Pembunuhan Khasoggi pada awal Oktober lalu telah memicu kecaman dan kemarahan dunia internasional. Arab Saudi telah bersikukuh bahwa baik Raja Salman maupun Putra Mahkota Mohammed bin Salman tak tahu menahu soal operasi tersebut.

Awalnya, pembunuhan itu ditutup-tutupi oleh para pejabat Saudi. Kemudian, Saudi menangkap 18 tersangka yang proses hukumnya dilakukan di Arab Saudi.

Khasoggi dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Awalnya, pembunuhan itu ditutupi oleh para pejabat Saubi.

Arab Saudi telah menangkan 18 tersangka yang proses hukumnya dilakukan di Saudi.

Hingga kini, jenazah Khashoggi belum ditemukan. Pembantu Presiden Erdogan, Yasin Aktay, meyakini pria itu dilarutkan dalam asam setelah dimutilasi.

Komentar

Loading...