Unduh Aplikasi

Empat Pemuda Aceh Barat Siap Sumbang Rp 500 Juta untuk Referendum

Empat Pemuda Aceh Barat Siap Sumbang Rp 500 Juta untuk Referendum
Empat pemuda Aceh Barat yang siap sumbangkan Rp 500 juta untuk wacanakan referendum. Foto: Ist

ACEH BARAT - Empat pemuda yang menamakan diri Generasi Aceh Barat siap menyumbangkan biaya sebesar Rp 500 juta rupiah, guna mendorong terwujudnya wacana referendum seperti yang diutarakan Ketua DPA PA Muzakir Manaf atau Mualem.

Empat pemuda yang siap menyokong biaya setengah miliar itu diantaranya Muhammadi, Dedi Suwandi, Muhammad Ilyas dan Abu Khairan. Bagi pemuda Aceh Barat tersebut, sudah saatnya Provinsi Aceh mengelola sumber daya Aceh secara mandiri guna mewujudkan Aceh yang berjaya.

“Kami siap menyumbang Rp 500 juta untuk agenda ini, agar implementasinya berjalan maksimal. Karena untuk referendum tentunya menguras pikiran dan biaya,” kata Muhammadi, Kamis (30/5).

Alasan ingin menyumbangkan biaya tersebut, kata Muhammadi, karena termotivasi dari semangat perjuangan masyarakat Aceh tempo dulu saat melawan Belanda. Dimana warga Aceh saat itu siap menyumbangkan harta benda mereka guna memerdekakan Indonesia, salah satunya sumbangan untuk membeli pesawat Dacota DC-3 yang diberi nama Seulawah 01.

Menurutnya apa yang diwacanakan Mualem, memang sudah tepat dan telah lama ditunggu oleh masyarakat Aceh. Dan ia menilai wacana tersebut disampaikan pada momen yang sangat tepat mengingat kondisi Republik Indonesia saat ini yang begitu kacau dari segala aspek baik politik maupun ekonomi.

Baca: Anggota DPRA Terpilih Dukung Referendum

“Aceh dengan sumber daya berlimpah yang dimilikinya tidak mungkin terus menanggung beban pemerintah pusat. Bahkan terlihat kesenjangan terkait MoU Helsinki antara Aceh dengan Pemerintah RI,” ungkapnya.

Dikatakan Muhammadi, RI selama ini terkesan mengabaikan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinky. Hal ini dibuktikan dengan tidak terimplementasinya butir-butir MoU Helsinky meski sudah dituangkan dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh.

“Pengalaman Aceh dalam berapa dekade telah sering kali ditipu oleh Pemerintah Pusat. Jadi dengan wacana Mualem ini, kami berharap pemuda dan masyarakat Aceh mendukungnya,” ujarnya.

Meski hanya berkeinginan menyumbangkan Rp 500 juta, namun bagi mereka jumlah tersebut tidak seberapa. Dan apa yang ingin disumbangkan itu sebagai bentuk memperjuangkan dan mempertahankan Aceh dari masa ke masa.

Mereka menginginkan wacana referendum itu segera dinyatakan, sehingga tidak berlarut larut dan kemudian hilang ditelan masa. Tokoh-tokoh politik di Aceh jangan diminta untuk tidak mengeluarkan statmen yang kontroversi, seolah-olah tak mendukung upaya Aceh untuk menuju kejayaannya kembali.

“Kami mohon pada tokoh-tokoh Aceh untuk tidak mengeluarkan statmen yang kontroversi lagi, kepada pemuda ayo kita bersatu untuk bisa meraih cita-cita Aceh yang telah lama diperjuangkan oleh para syuhada,” imbuhnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...