Unduh Aplikasi

Emas Beutong dan Para Pembohong

Emas Beutong dan Para Pembohong
Risman A Rachman

Oleh : Risman A Rachman

“Emas adalah terowongan di bawah tanah dengan para penipu berkerumun di atasnya.” (Mark Twain)

Ungkapan penulis legendaris berkebangsaan Amerika itu begitu menyengat. Saya jadi teringat film Gold yang terinspirasi skandal penipuan tambang emas Bre-X, yang terjadi pada pertengahan 1990-an di Kalimantan Timur.

Kasus Bre-X bermula ketika perusahaan tambang asal Kanada itu mengumumkan bahwa mereka menemukan 6.200 ton emas di Busang, Kalimantan Timur. Hal itu mengakibatkan saham Bre-X melambung tinggi.

Namun, rupanya, penemuan emas itu merupakan penipuan besar-besaran yang merugikan banyak pihak. Sebab, berdasarkan hasil penelitian, terbukti tidak ada emas seperti yang diungkapkan oleh Bre-X.

***
Masih ingat pernyataan Owen Hegarty? Menurut pengusaha pertambangan Australia dari kelompok Tigers Realm Group di koran The Australian edisi 9 Oktober 2012 menyebut kandungan tembaga-emas di Beutong sebagai “one of the world’s more exciting copper-gold fields."

"Sumber daya pertama kami di utara, 500 juta ton dengan kadar tembaga 0,47 persen. Itu tidak buruk," kata Owen kala itu.

Benarkah? Entahlah!

Dua tahun kemudian, pada 2014 berkembang informasi bahwa sumberdaya pada proyek Beutong ini diprediksi hanya sebesar 93 juta ton, yang terdiri dari 1,24 miliar pounds tembaga, 373.000 ounces emas, 5,7 juta perak, plus sebanyak 20 juta pounds molibdenum.

Dua tahun berikutnya, pada Juni 2018 CEO Asiamet Peter Bird menyatakan bahwa sumber daya JORC di Beutong mencapai 2,4 juta ton tembaga, 2,1 juta ounce emas, dan 20,6 juta ounce perak. Selain Emas, tembaga, dan perak, terdapat juga cadangan molibdenum berkualitas tinggi.

***
Terlepas dari itu semua, pencarian emas (eksplorasi) di bawah bumi Beutong sudah dilakukan sejak lama. Berikut periode dan pelaku pencari "emas mahar kawin" di Beutong, Aceh.

1975 sd 1985
Pencarian emas dilakukan oleh tiga pihak, Pemerintah Indonesia, British Geologic Society dan Rio Tinto. Rio Tinto adalah perusahaan tambang dunia yang berkedudukan di Inggris. Namun, karena hasil sample tidak menguntungkan akhirnya, Rio Tanto mundur.

1994 sd 2002
Pencarian emas dilanjutkan oleh PT Miwah Tambang Emas berkerjasama dengan Highlands Gold Indonesi.

2002 sd 2009
Pencarian emas diteruskan oleh PT Emas Mineral Murni (EMM) berkerjasama dengan Freeport.

2011 sd 2014
PT EMM berkerjasama dengan Tigers Copper Singapore kembali melanjutkan kerja eksplorasi emas di Beutong Ateuh.

Kegiatan esplorasi di Beutong berakhir pada 15 Juni 2016.

2014 - 2018
PT EMM mengurus izin produksi, namun masih gagal. Sementara itu, dilakukan Proses Pengalihan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi PT. EMM dari PMDN menjadi PMA, sejak Januari 2015.

Melalui Surat Bupati Nagan Raya Nomor 545/92/2015 tanggal 19 Januari 2015 IUP eksplorasi Kegiatan Penanaman Modal Asing (PMA) diserahkan kepada Menteri ESDM C/q Dirjen Mineral dan Batubara.

Akhirnya, PT. EMM mendapat IUP Operasi Produksi dalam rangka PMA berdasarkan Keputusan Kepala BKPM Nomor 66/1/IUP/PMA/2017 untuk masa 20 tahun dan bisa diperpanjang 2 x 10 tahun.

Tigers Realm Copper Pty Ltd juga menggandeng Kalimantan Gold yang berubah nama menjadi Asiamet Resources Limited (2015) untuk menuntaskan kerja uji tuntas dan memasuki tahapan eksploitasi.

Asiamet di Indonesia berkongsi dengan raksasa tambang Freeport-McMoRan Inc untuk proyek tambang emas dan tembaga di Kalimantan Tengah (CoW) melalui PT Kalimantan Surya Kencana, di Jelai, Kalimantan Timur milik PT Jelai Cahaya Minerals, dan di Beutong, Aceh melalui PT EMM.

Pada Juni 2018 perusahaan asal Australia Asiamet Resources Limited meningkatkan kepemilikan tidak langsungnya atas PT EMM yang menggarap proyek Beutong di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, dari 40% menjadi 80%. Sisa 20% saham EMM dimiliki oleh PT Media Mining Resource (MMR).

***
Sebelum pihak perusahan bersama asing masuk ke tahap eksplorasi, jauh jari juga sudah banyak kegiatan cok meuh illegal di Beutong. Hasil investigasi Walhi Aceh yang disampaikan melalui media pada Oktober 2017 disebutkan bahwa ada 1.108,93 hektare dari empat gampong sudah dijadikan areal pertambangan emas ilegal. Kala itu Irwandi Yusuf mengaku bahwa pelaku tambang ilegal bukan warga setempat lagi, tapi sudah pendatang. Namun, laporan pada April 2018 aktifitas tambang ilegal sudah mulai sepi.

***
Kini, suara penolakan eksploitasi emas di Beutong kompak digaungkan, berbagai aksi demopun digelar, dan sejumlah aktor politik ikut serta tanpa menawarkan jalan alternatif. Cara lebih elegan ditempuh Walhi Aceh dengan jalan gugatan.

***
Di Bali, dalam pertemuan tahunan IMF – World Bank, pemerintah Indonesia menandatangani kontrak utang sebesar 13 miliar USD atau setara dengan Rp 200 triliun ke lembaga multilateral dunia.
Menurut Merah Johansyah, aktivis Jaringan Advokasi Tambang, setengah dari pinjaman tersebut atau sebesar 7,7 miliar US dollar diperuntukkan untuk sektor pertambangan di Indonesia.
“Saya dari Jatam mengecam ada 7,7 miliar USD utang baru ditandatangani untuk pertambangan atau energi kotor," katanya melalui media.

***
Begitu rumitnya persoalan tambang. Jadi, hanya ada sedikit cara, salah satunya memastikan orang-orang berdedikasi tinggi untuk masa depan Aceh berada di DPRA, DPR RI, dan DPD. Mereka tidak harus cakap bercakap tapi cermat dalam bersikap, bersedia mendengar masukan rakyat, juga pinter bersiasat dengan para ahli pembohong di atas terowongan emas.

Tentu tidak mudah menghadapi perusahaan tambang, dengan kemampuan uang mereka, jaringan lobi mereka maka mereka terlalu kuat. Sebagai contoh di PT Merdeka Copper Gold saja ada nama-nama besar seperti Hendroproyono, Edwin Suryadjaya dan Garibaldi Thohir dan Yenny Wahid yang duduk di komisaris. Bayangkan jika politisi dan aktivis juga masuk, dan bermain sebagai "penjaga" bisnis tambang, maka mereka bukan hanya mampu melobi izin, tapi juga mampu menghadirkan UU melalui keberadaan partai politik.

Adakah daya lain di kita, yang tinggal di kawasan Pantai Barat Selatan, menyuguhkan proposal pembanganunan yang lebih ramah lingkungan, tapi juga menjadi skema ekononomi yang menarik dukungan Pemerintah Aceh dan Pusat serta dunia, selain menggali terowongan untuk mengambil "mahar" bagi perkawinan politik orang-orang tertentu saja? Saya punya grand designnya!

Informasi diambil berdasarkan berita-berita yang pernah hadir di berbagai media.

*) Penulis adalah Pemimpin Umum Aceh Trend

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...