Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Dusta, Lahan Prabowo Dikuasai Eks GAM

Dusta, Lahan Prabowo Dikuasai Eks GAM

Oleh: Fauzan Azima

Beberapa  media memberitakan pernyataan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak, bahkan Sandiaga Uno sendiri sebagai calon cawapres menyatakan bahwa lahan Prabowo di Aceh dikuasai oleh eks GAM.

Saya adalah mantan Panglima GAM Wilayah Linge, yang meliputi teritorial Aceh Tengah dan Bener Meriah. Di mana lahan berupa Hutan Tanaman Industri milik Calon Presiden,
Prabowo S berada.

Melalui media ini kami tegaskan bahwa pernyataan Dahnil dan Sandiaga Uno yang menyatakan bahwa lahan Prabowo S dimanfaatkan dan dikuasai oleh eks GAM adalah dusta.

Kami bersama 102 eks Pasukan GAM Wilayah Linge sama sekali tidak ada niat apalagi ingin menguasai lahan milik Prabowo. Kami tahu benar siapa saja yang pernah menjadi pasukan, bukan saja dirinya tetapi sampai keluarga mereka kami tahu persis dan tidak ada satupun dari mereka yang menduduki tanah milik Prabowo.

Sungguh perbuatan yang tidak terpuji, calon pemimpin bangsa menyusun bata-bata untuk membangun dusta dengan cara mengkambinghitamkan eks GAM.

Kami tahu peraturan yang berlaku di negeri ini. Kami tahu pula bahwa menguasai lahan dengan tidak sah adalah pelanggaran.

Benar bahwa kami akan sedang memperjuangkan agar seluruh HTI THL agar segera dikembalikan kepada Hutan Adat Gayo, tetapi kami masih menghormati konsesi THL yang mendapat perpanjangan selama 35 tahun. Meskipun kami tahu keberadaan THL tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Bahkan mungkin juga THL juga tidak bermanfaat dan beban bagi Prabowo sendiri. Indikasinya adalah ada keinginan Prabowo menjual seluruh sahamnya di THL yang berjumlah 60 prosen kepada konsorsium asing, PT. Floresta. Sedangkan sisanya 40 persen saham THL adalah milik Inhutani.

Akhirul kalam, pesan kami, tidak salah berambisi, tetapi jangan sampai mengalahkan moralitas. Silahkan punya cita-cita tinggi tetapi jangan merendahkan atau mengkambinghitamkan pihak lain dengan dusta.

Penulis Mantan Panglima GAM Linge

Khanduri Laot

Komentar

Loading...