Unduh Aplikasi

Dua Tersangka Mark Up Mobiler Dinas Pendidikan Aceh Jaya Ditahan

Dua Tersangka Mark Up Mobiler Dinas Pendidikan Aceh Jaya Ditahan
ilustrasi. Foto: Net

ACEH JAYA - Selain menahan tersangka Muhammad Yusuf, mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kabupaten Aceh Jaya, Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Aceh Jaya juga menahan satu rekanan terkait pengelembungan harga atau mark up pengadaan mobiler sekolah pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya yang bersumber dari APBK-OTSUS tahun anggaran 2016.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Jaya Suyanto, SH, MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Yudhi Saputra, SH kepada AJNN Rabu (7/11) menyampaikan bahwa tersangka Muhammad Yusuf yang saat ini aktif sebagai kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Jaya dan Faisal direktur CV. Kuala Calang sebagai rekananan pengadaan mobiler sekolah. Sebelum ditahan, para tersangka ini datang sendiri untuk memenuhi panggilan penyidik.

Baca: Jaksa Tahan Mantan Kadis Pendidikan Aceh Jaya

"Bukan dijemput, mereka datang sendiri sekitar jam 9.00 WIB didampingi kuasa hukumnya, dan setelah menjalani pemeriksaan keduanya kita tahan dan akan kita bawa ke rumah tahanan (rutan) Calang, merka ditahan selama 20 hari terhitung 7 November," ujar Yudhi.

Yudhi menjelaskan penahanan tersangka Muhammad Yusuf berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejari Aceh Jaya nomor : Print-01/N.1.24/Fd.1/11/2018 dan penahanan tersangka Faisal berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejari Aceh Jaya nomor : Print-02/N.1.24/Fd.1/11/2018 yang dikeluarkan pada tanggal 7 November 2018.

Akibat perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp. 2.362.000.000 dari total pagu anggaran sebesar Rp 5 miliar sesuai hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh BPKP perwakilan Aceh.

Mereka disangkakan telah melanggar pasal 2 ayat (1), pasal 3 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan terancam hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Yudhi menyebutkan, kedua tersangka ditahan dengan pertimbangan, pertama alasan objektif yakni kedua tersangka diancam pidana penjara lebih dari 5 tahun, Kedua alasan subjektif yakni kedua tersangka dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi tindak pidana.

Menurut Yudhi, untuk mengungkap kasus tindak pidana korupsi tersebut, sebelumnya Tim Penyidik Kejari Aceh Jaya juga telah memeriksa sebanyak 25 orang saksi dan 2 orang ahli.

Sementara tersangka Faisal juga sudah diperiksa sebanyak dua kali sebagai saksi dan tersangka Muhammad Yusuf juga sudah diperiksa satu kali sebagai saksi.

Dalam kasus ini peran tersangka Muhammad Yusuf adalah sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya pada tahun 2016 bertindak selaku pengguna anggaran dan bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sedangkan tersangka Faisal direktur CV. Kuala Calang bertindak selaku rekananan sebagai pelaksana penyedia barang atau jasa pada pengadaan Meubelair sekolah, Jelasnya

"Untuk saat ini baru dua tersangka yang kita tahan, dan tidak tertutup kemungkinan akan bertambah jika nantinya terdapat data atau fakta-fakta terbaru dalam proses penyidikan ini," tutup Yudhi.

Komentar

Loading...