Unduh Aplikasi

Dua Tahun Terakhir, Delapan Penyu Mati di Aceh Jaya

Dua Tahun Terakhir, Delapan Penyu Mati di Aceh Jaya
Ilustrasi. Foto: Dok AJNN

ACEH JAYA - Penyu merupakan salah satu hewan yang dilindungi dan diberdayakan mengingat semakin tahun semakin berkurang dan semakin langka ditemukan.

Namun di Aceh Jaya khususnya di kawasan konservasi Penyu tepatnya di daerah pesisir pantai Panga dalam kurun waktu 2017 - 2018 atau lebih kurang dua tahun terakhir sudah delapan Penyu ditemukan mati.

"Kita semakin resah dengan aktivitas para nelayan yang menggunakan jaring 'hantu' di kawasan konservasi penyu Panga ini," ujar Ketua Konservasi Penyu Aron Meubanja Murniadi alias Dedi Penyu kepada AJNN, Kamis (10/1).

Menurutnya, kematian Penyu sangat berkaitan erat dengan aktivitas para nelayan yang menggunakan jaring 'hantu' di malam hari. Pasalnya, akhir-akhir ini Penyu juga sudah sangat sering mendarat di kawasan konservasi ini.

"Kita berharap pihak pemerintah tidak tinggal diam terhadap aktivitas nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang ini," pinta Dedi Penyu.

Selain itu, imbauan atau larangan dari pemerintah juga sangat dibutuhkan terutama di kawasan Konservasi Penyu Aron Meubanja Panga.

"Jika masih ada nelayan yang menggunakan jaring 'hantu' di kawasan ini jelas sangat mengganggu habitat penyu," kata Dedi.

Kata Dedi, jaring 'hantu' nelayan ini juga penyebab matinya lumba-lumba di Panga kemarin.

Sementara itu, Kapolsek Panga Ipda Roby Afrizal membenarkan adanya pememuan bangkai lumba-lumba di kawasan pesisir pantai konservasi aron meubanja Panga.

"Sudah kita cek kelokasi dan benar ada ikan lumba-lumba yang mati terdampar," ujar Ipda Roby.

Pemberitahuan Mulai Tender/Seleksi Sekda Aceh

Komentar

Loading...