Hasanudin
Unduh Aplikasi

DPRK Banda Aceh Menempatkan Kesehatan Reproduksi sebagai Isu Prioritas

DPRK Banda Aceh Menempatkan Kesehatan Reproduksi sebagai Isu Prioritas
Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Sabri Badruddin ST. Foto: Ist

BANDA ACEH - Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Sabri Badruddin ST mengungkapkan pihaknya menempatkan kesehatan reproduksi sebagai isu prioritas. Hal ini bisa tercermin dari lahirnya kebijakan dan anggaran yang mendukung upaya pemenuhan hak-hak kesehatan masyarakat di Kota Banda Aceh.

“Misalnya kita memiliki Qanun KIBBLA Nomor 17 yang disahkan pada tahun 2011, dan beberapa kebijakan lainnya, serta alokasi anggaran kesehatan yang memadai,” kata Sabri Badruddin dalam kegiatan diskusi publik yang dirangkai dengan kegiatan penganugerahan keluarga peduli hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) di Kota Banda Aceh dengan tema peran strategis keluarga dalam pemenuhan HKSR dan peningkatan kualitas kesehatan, Senin (14/5).

Selain itu, Sabri juga mengingatkan semua pihak tentang peran strategis keluarga dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional yang diamanatkan dalam UUD 1945.

“Pembangunan nasional sesuai dengan UUD 1945. Untuk mewujudkan tujuan strategis ini negara harus di isi oleh orang-orang berkualitas, cerdas dan berintegritas, dan yang utama negara harus melahirkan keluarga-keluarga dan generasi-generasi baru yang lebih cerdas,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Upaya yang sama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Banda Aceh juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Warqah Helmi.

“Persolan kesehatan reproduksi masih terjadi di Banda Aceh, pemerintah sudah terus berupaya mengantisipasi dengan berbagi kebijakan untuk menuju Kota Banda Aceh sehat. Semua pihak diharapkan bisa saling mendukung untuk mewujudkan Banda Aceh sehat, mulai dari pemerintahan, kelompok perempuan dan kelompok laki-laki harus saling bekerjasama agar bisa menciptakan keluarga sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Direktur Flower Aceh, Riswati menyebutkan penyelenggaraan penganugerahan keluarga peduli HKSR yang dirangkai dengan diskusi publik dilaksanakan di tiga kabupaten/kota meliputi, Pidie, Aceh Utara, dan Kota Banda Aceh.

Penganugerahan ini sebagai bentuk penghargaan kepada keluarga yang telah menjalankan fungsi strategisnya untuk mengembangkan upaya-upaya pemenuhan HKSR dan peningkatan kualitas kesehatan dalam keluarga

“Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pemenuhan HKSR dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga di tiga kabupaten/kota, meningkatkan kesadaran dan tanggungjawab negara (Pemerintahan Aceh) untuk memberikan pengakuan terhadap keluarga yang telah mendukung pemenuhan HKSR dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga,” katanya.

Serta yang terpenting, kata Riswati adalah dapat memperkuat kepedulian semua pihak dan menginspirasi pihak-pihak lainnya untuk terus berkontribusi dan menjadi bagian dari pemenuhan hak-hak perempuan dan HKSR, serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

“Pentingnya pelaksanaan kegiatan ini mengingat peran strategis keluarga sebagai pilar utama untuk menciptakan generasi tangguh yang memperkokoh keberlangsungan daerah. Keberadaannya yang mendukung perubahan positif bagi daerah harus mendapatkan apresiasi,” ujarnya.

Ia menilai, pemberian penghargaan kepada keluarga yang memiliki kepedulian dan tindakan positif mendukung pemenuhan HKSR harus dilakukan karena dapat meningkatkan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak.

“Tindakan positif yang dilakukan oleh keluarga dalam rangka pemenuhan HKSR merupakan aksi nyata untuk menghindarkan anggotanya dari kerentanan di bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, akses layanan, ketidakadilan dan diskriminasi dalam masyarakat. Keberadaan keluarga peduli HKSR ini dapat menjadi pelopor dan tauladan bagi masyarakat lainnya,” kata Riswati.

Adapun enam nama sebagai penerima penghargaan keluarga peduli HKSR Kota Banda Aceh, yakni penerima penghargaan pertama diperoleh oleh keluarga Zulkarnaini-Dana Wahyuni dari Desa Alue Deah Tengoh. Penerima penghargaan ke-2, diperoleh keluarga M Shalihin-Karmila, dan juara ke-3 diperoleh keluarga Rasyidah-suami.

Adi Maros

Komentar

Loading...