Unduh Aplikasi

SIDANG HAK INTERPELASI

DPRA Pertanyakan Pelapor Kasus Kasus Beasiswa

DPRA Pertanyakan Pelapor Kasus Kasus Beasiswa
Sampul laporan temuan Inspektorat Aceh. Foto: Ist

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mempertanyakan terkait beredarnya informasi dugaan penyalahgunaan dana bantuan pendidikan (beasiswa), serta siapa yang telah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak berwajib.

Dalam sidang paripurna lanjutan mendengar jawaban hak interpelasi DPRA kepada Gubernur Aceh, Senin (2/7), Ketua Fraksi PAN DPRA, Sulaiman Ali kembali mempertanyakan perihal bocornya informasi itu ke media massa. Masalah ini juga sudah dipertanyakan anggota DPRA lainnya saat sidang paripurna pertama pada Kamis (28/6) pekan lalu.

Baca: Polda Aceh Serius Mengusut Kasus Beasiswa Dana Aspirasi Dewan

Sulaiman mengatakan, di media masa jelas telah disebutkan nama anggota DPRA yang diduga terlibat dalam masalah ini, sehingga dia menilai persoalan tersebut sudah mencoreng nama baik lembaga legislatif (DPRA).

"Di media massa disebut nama person dan mencoreng lembaga yang kita hormati," ucap Sulaiman Ali saat mempertanyakan masalah ini kepada Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sidang paripurna DPRA.

Sulaiman meminta ketegasan dari Wakil Gubernur Aceh, karena mereka menduga Pemerintah Aceh ikut terlibat dalam persoalan ini, dan dirinya juga bertanya terkait siapa yang telah melaporkan kasus itu kepada pihak berwajib dalam hal ini Polda Aceh.

"Kami perlu ketegasan, karena kami membaca ada keterlibatan Pemerintah Aceh dalam hal ini, siapa yang melaporkan persoalan ini kepada yang berwajib," tanya Sulaiman Ali.

"Karena disini disebutkan, patut diduga ada pihak lain dan bukan dari Pemerintah Aceh yang melapor," tambahnya.

Terkait pertanyaan tersebut, Gubernur Aceh dalam jawaban interpelasi yang dibacakan Wagub Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan bahwa berkaitan dengan adanya bocoran informasi mengenai dugaan penyalahgunaan bantuan biaya pendidikan melalui media sosial dan media massa, bukan merupakan kebijakan Pemerintah Aceh (Inspektorat Aceh). Melainkan, hal ini patut diduga dilakukan oleh oknum tertentu. Dan sejauh ini kasus tersebut sedang ditangani pihak berwajib.

"Untuk itu, kita menghormati proses tersebut, sebagaimana asas hukum praduga tak bersalah," kata Nova Iriansyah membacakan jawaban Gubernur Aceh.

Komentar

Loading...