Unduh Aplikasi

DPRA Minta PT PIM Perbaiki Manajemen, Kurangi Resiko Bocor Ammonia

DPRA Minta PT PIM Perbaiki Manajemen, Kurangi Resiko Bocor Ammonia
Warga Gampong Tamboh Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara menjalani perawatan di RS PT PIM, Kamis (15/11). Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dedi Safrizal meminta PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memperbaiki manajemen untuk mengurangi resiko kebocoran Ammonia yang menimbulkan resiko keracunan warga lingkungan setempat.

“Kejadian kebocoran gas ammonia bukan yang pertama kali terjadi,  pada tahun 2016 ratusan masyarakat juga tumbang akibat menghirup gas beracun tersebut,” kata  Dedi Safrizal kepada awak media, Jumat (16/11).

Tambahnya, peristiwa Kebocoran gas ammonia bukan lagi kecelakaan teknis tapi sudah katogori sebuah kejahatan  perusahan (Korporasi), dan dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar pabrik.

Baca: Penyebab Ammonia PT PIM Terpapar dan Terhirup Warga

"Peristiwa kebocoran gas amonia bukan lagi kecelakaan teknis tapi sudah kategori sebuah kejahatan perusahan (korporasi)" ungkapnya.

Dedi menambahkan, kebocoran pipa gas amonia milik PT PIM ini terus berulang. Sebelumnya pada tahun 2016 hal yang sama juga pernah terjadi. Ini harus mendapat perhatian serius, karena berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar pabrik.

Seperti diketahui pada 12 November 2016, seratusan warga dari tiga gampong di Kecamatan Dewantara mengalami pusing dan mual akibat terhirup gas amonia yang dtersebut dan seratusan warga tersebut dilarikan ke rumah sakit PT  Arun dan PT PIM. Sementara 19 orang diantaranya harus diopname untuk mendapatkan perawatan intensif. 

Dan pada 25 Maret 2015, sebanyak 150 warga sekitar pabrik mengalami hal serupa. Enam warga harus menjalani perawatan intensif dan sisanya hanya mendapat perawatan ringan dan diperbolehkan pulang. 

"Atas peristiwa ini, saya meminta PT PIM untuk bertanggung jawab terhadap para korban. Bukan hanya pemulihan kesehatan, namun juga dampak lain yang ditimbulkan selama korban dirawat di rumah sakit.

 Selain itu, kami meminta PT. PIM untuk sesegera mungkin memperbaiki manajemen untuk mengurangi resiko kebocoran,” pungkas.

Sabang Marine 2019

Komentar

Loading...