Unduh Aplikasi

DPO Bandar Narkoba di Aceh Utara Tewas Ditembak

DPO Bandar Narkoba di Aceh Utara Tewas Ditembak
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Utara menembak mati Johansyah (31) di rumahnya Desa Blang Bitra, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (15/9).

Pria yang diduga bandar narkoba jenis sabu-sabu merupakan daftar pencarian Polres Aceh Utara itu ditangkap di tempat persembunyiannya di Medan Denai, Sumatera Utara, Jumat (14/8) malam.

Kapolres Aceh Utara, Ian Rizkiyan Miliardin melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezky Kholiddiansyah, mengatakan tersangka tewas dalam perawatan petugas di Puskesmas Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Johansyah diduga terlibat dalam serangkain kasus narkoba, dan penyerangan dengan melakukan penembakan terhadap petugas polisi saat digerebek disebuah tempat serta penambakan di Desa Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

“Johansyah kriminal bersenjata, dari tangannya berhasil kami sita satu unit mobil Honda Jazz dengan nomor polisi BL 1578 QZ, satu senjata api jenis AK 56, 12 amunisi, satu magasin, satu dompet, satu pisau dapur dan KTP milik Johansyah,” kata Rezky.

Kejadian penembakan terhadap pelaku bermila ketika aparat kepolisian menangkapnya di Medan. Usai ditangkap, polisi mengintrogasi tersangka tentang keberadaan senjata api laras panjang AK 56 yang pernah digunakannya untuk menembak rumah Ahmad Budiman, di Medan. Dari keterangan pelaku, senjata itu digunakan oleh pelaku lain untuk pemberondongan rumah Ahmad Budiman.

"Pelaku mengaku senjata disimpan di rumah ibunya di Peureulak, Aceh Timur, hingga polisi membawanya ke Peureulak. Setiba di Peureulak senjata itu ditemukan di bawah tumpukan padi,” ujar Rezky.

Setelah ditemukan senjata AK 56, pelaku mengaku memiliki senjata lain berupa sepucuk pistol jenis FN yang disimpan di rumah tersangka.

“Saat kami bawa ke rumah tersangka, pelaku berusaha kabur lewat jendela. Malah saat itu satu tangannya sudah terlepas dari borgol plastik. Sehingga polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan namun tidak diindahkan dan akhirnya tersangka terpaksa dilumpuhkan sehingga terkena bagian pinggang,” ungkapnya.

Tak lama setelah kejadian, polisi lalu membawanya ke Puskesmas Lhoksukon, Aceh Utara, seterusnya diotopsi di Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara.

“Jenazah akan kami serahkan kepada keluarganya,” ujarnya.

Pada pemberitaan sebelumnya diberitakan komplotan Johansyah diduga memberondong rumah Ahmad Budiman di Lhoksukon, Aceh Utara, pada 13 April 2018 lalu.

Penembakan rumah itu terkait hutang piutang narkoba jenis sabu-sabu antara UA, anak Ahmad Budiman dengan Johansyah. Dalam kasus ini, UA ditahan polisi bersama tersangka lainnya WA dan FA.

Dengan tewasnya Johansyah, maka seluruh komplotan penembakan rumah Ahmad Budiman berjumlah tiga orang, dua ditahan dan satu tewas.

Komentar

Loading...