Unduh Aplikasi

KASUS PENIPUAN CALO PNS

Divonis Dua Tahun, Maimun Ajukan Banding

Divonis Dua Tahun, Maimun Ajukan Banding
Foto: Ist

PIDIE JAYA - Terdakwa penipuan calo Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Aceh, Maimun Musa, mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh atas putusan vonis terhadap dirinya yang diputuskan Pengadilan Negeri Pidie Jaya.

Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya, Feri Efendi kepada wartawan, Selasa (27/8) mengatakan, terdakwa Maimun Musa atau yang lebih tenar dengan sebutan Maimun Rajapante mengajukan upaya hukum terhadap vonis yang diputuskan PN Pidie Jaya beberapa hari lalu.

Baca: Maimun Rajapante Divonis Dua Tahun Penjara

"Hari ini dia (Maimun) menyatakan melakukan upaya hukum. Dan dia menanda tangani akta pernyataan banding," kata Feri.

Dijelaskan, Maimun tanpa didampingi penasehat hukumnya menyatakan banding atas putusan PN tersebut. Namun begitu lanjut Feri, pihaknya terlebih dulu menyampaikan perihal tersebut kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie Jaya sebelum mendaftarkan banding ke PT Banda Aceh.

"Pernyataan menyatakan banding sudah, nanti ada pemberitahuan banding ke jaksa, dan memori banding, kemudian memeriksa berkas para pihak, baru kita kirimkan berkas," jelasnya.

Terpisah, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya, Aulia yang dihubungi AJNN menyebutkan, pihaknya juga akan melakukan banding.

"Setelah kami minta arahan ke pimpinan, kami juga akan melakukan banding," tegas Aulia singkat.

Sebelumnya diberitakan, terdakwa kasus penipuan calo Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Aceh, Maimun Musa atau yang lebih tenar dengan sebutan Maimun Rajapante divonis dua tahun kurungan penjara.

"Sebenarnya agenda sidang hari ini adalah jawaban JPU (Jaksa Penuntut Umum) terhadap pledoi terdakwa. Namun hakim menilai kasus atau sidang ini sudah lama berjalan, sehingga hakim langsung memutuskan vonis pada sidang hari ini," kata Kajari Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasi Pidum, Aulia kepada AJNN via seluler, Rabu (21/8).

Komentar

Loading...