Unduh Aplikasi

KASUS PENGELAPAN BERAS BANTUAAN BENCANA

Divonis 5.6 Tahun Penjara, Mantan Kabid Logistik BPBD Pijay Ajukan Banding

Divonis 5.6 Tahun Penjara, Mantan Kabid Logistik BPBD Pijay Ajukan Banding
Mansur Ibrahim, terdakwa penyalahgunaan beras bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya menjalani persidangan di PN Sigli, Selasa (30/10) Foto: AJNN.NET/Salman

PIDIE JAYA - Dua dari tiga terpidana kasus pengelapan beras bantuan bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya dinyatakan telah memiliki putusan hukum tetap atau inkracht. Sedangkan satu terpidana lainnya, yakni mantan Kabid Logistik BPBD setempat mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Sigli.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya, Basuki Sukardjono melalui Kasi Pidum, Aulia kepada AJNN, Rabu (7/11) mengatakan, hingga batas waktu yang diberikan PN Sigli, dua terpidana yaitu Habban dan Fadlon yang divonis masing-masing empat tahun kurungan penjara, tidak mengajukan banding, sehingga dengan sendirinya dinyatakan inkracht.

Baca: Bekas Kabid Logistik Pidie Jaya Divonis 5 Tahun Penjara

"Fadlon sudah inkrach, Habban juga kemungkinan sudah inkrach, karena selama waktu tujuh hari, tidak lagi menyatakan akan upaya banding, sehingga langsung dianggap inkrach," kata Aulia.

Sementara mantan Kabid Logistik BPBD Pidie Jaya, Mansur Bin Ibrahim lanjut Aulia, melalui kuasa hukumnya mengajukan banding atas putusan PN Sigli tersebut.

Aulia menambahkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pidie Jaya akan melawan banding terpidana pengelapan beras bantuan bencana yang divonis lima tahun enam bulan penjara oleh PN Sigli.

"Mansur melalui kuasa hukumnya telah mengajukan banding. Menanggapi banding Mansur, kita juga akan banding," jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Mansur Ibrahim, Muharramsyah kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah merampungkan memori banding, dan telah mengajukannya pada Senin 5 November 2018.

"Sudah kita ajukan banding kemarin," sebut Muharram menjawab pesan WhatsApp wartawan

Komentar

Loading...