Unduh Aplikasi

Ditangkap, Agen Togel di Meulaboh Coba Suap Polisi

Ditangkap, Agen Togel di Meulaboh Coba Suap Polisi
Pelaku agen togel saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Aceh Barat. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Seorang agen judi jenis toto gelap (togel) jaringan Hongkong berinisial DI alias Demang (42), secara terang-terang mencoba menyuap polisi ketika dilakukan penangkapan. Pelaku merupakan warga Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Pelaku diciduk di salah satu warun kopi yang berada di Jalan Imam Bonjol, Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Saat ditangkap, pelaku dengan beraninya menyerahkan uang kepada polisi.

Kepala Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakarsa SIK melalui Kepala Sat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi Fitriadi mengatakan pelaku ditangkap Senin (12/2) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika ditangkap, pelaku sedang rekap nomor togel di kertas.

“Tersangka tidak melawan saat kami amankan. Tersangka malah berupaya menyuap saya dan anggota lainnya dengan memberikan uang agar pelaku tidak dibawa ke Polres," kata AKP Fitriadi, Selasa (13/2).

“Masak saya mau disuap. Dia bilang sudahlah pak kita selesaikan disini saja dengan memberikan untuk untuk saya. Dia (pelaku) mau coba-coba suap polisi, langsung kami amankan saja, dikira polisi bisa disuap.”

Pelaku ditangkap berdasarkan laporan masyarakat, pasalnya kegiatan judi togel yang dilakukan tersangka dinilai telah meresahkan warga setempat. Ia yakni dibalik aksi Demang, ada bandar besar yang berkeliaran di Aceh Barat. Sementara Demang hanya agen togel kecil yang selama ini beraksi di desanya saja.

Berdasarkan penyidikan sementara, selama ini dalam jual beli angka togel, Demang melakukan dengan sistim tanggung renteng kepada pelanggannya, jika pembeli menang, maka Demang mendapatkan fee dari pelanggannya tersebut, jika tidak, maka pelanggan hanya menggantikan uang yang ditanggung sementara oleh tersangka.

Dari hasil penangkapan, pihaknya mengamankan uang sebesar Rp 1,148 ribu, kertas repas, dan juga tiga unit telepon genggam serta dompet milik tersangka.

“Atas perbuatannya tersangka terancam hukuman cambuk sesuai dengan pasal 20 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Jinayah,” ungkapnya.

Sementara itu, Demang ketika dikonfimasi mengakui berusaha menyuap polisi ketika hendak diamankan.

“Saat itu kalau polisi mau terima, saya mau beri berapapun yang diminta asal saya tidak ditangkap, tapi polisi tidak menerimanya,” kata Demang.

Ucapan Ramadhan - Alja Yusnadi

Komentar

Loading...