Unduh Aplikasi
WTP Pemerintah Aceh 2019

Dinsos Kaji Penyebab Aceh Nomor Satu Termiskin di Sumatera

Dinsos Kaji Penyebab Aceh Nomor Satu Termiskin di Sumatera
Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Aceh Cut Aja Muzita. Foto: Ist

BANDA ACEH - Dinas Sosial Aceh Aceh menggelar rapat dengan Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Aceh (TKP2K) berkaitan dengan Basis Data Terpadu (BDT) terbaru dan rencana penanganan kemiskinan tahun 2020 mendatang.

Rapat itu berlangsung di aula Dinas Sosial Aceh yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinsos Aceh Devi Riansyah, dan turut didampingi oleh Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Aceh Cut Aja Muzita, dan sejumlah pejabat eselon diruang lingkup dinas tersebut, Rabu sore 13 MAret 2019.

Dalam rapat, turut dihadiri oleh Asrati selaku Ketua TKP2K Aceh beserta jajaran, Ketua Koalisi NGO HAM, Zulfikar Muhammad, dan sejumlah peserta undangan lainnya.

Cut Aja Muzita menyembutkan, rapat koordinsi tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung program dinas sosial dalam rangka mengurangi angka kemiskinan di Aceh, apalagi baru-baru ini, BPS merilis bahwa Aceh merupakan provinsi termiskin di Sumatera.

“Dengan adanya BDT ini, akan lebih terarah dan terukur dalam penyaluran bantuan dari Pemerintah Aceh melalui Dinsos Aceh, dan bahkan bukan hanya Dinsos Aceh, SKPA yang lain yang mempunyai tugas menangani kemiskinan akan mengacu kepada DBT saat ingin merumus program,” ujar Cut Aja Muzita disela rapat koordinasi.

Tahun ini, kata Cut, tingkat kemiskinan di Aceh nomor satu di Sumatera. Pihaknya akan mengkaji apa penyebabnya, tentu ini menjadi perhatian serius, khususnya di Dinas Sosial Aceh.

"Pemerintah Aceh sudah bekerja penuh hati, anggaran juga cukup banyak digelontorkan untuk penanganan fakir miskin di Aceh,” sambungnya.

Rapat Dinsos Aceh dengan Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Aceh (TKP2K) berkaitan dengan Basis Data Terpadu (BDT) terbaru dan rencana penanganan kemiskinan tahun 2020 mendatang. Foto: Ist

Ketua TKP2K Aceh Asrati menyebutkan, dengan adanya rapat koordinasi ini, akan lebih mudah dalam mensinkronisasi program kerja Dinsos dengan TKP2K dengan tujuan mengurangi angka kemiskinan di Aceh.

Selama ini, menurutnya Pemerintah Aceh sudah bekerja maksimal dalam menurunkan angka kemiskinan, meski hasil belum maksimal, namun pemerintah tidak tinggal diam.

“Kedepan, dengan adanya data terpadu ini, akan lebih terlihat jelas data dan jumlah angka kemiskinan serta karakteristik kemiskinan di Aceh, dengan demikian pemerintah akan lebih tepat sasaran dalam menyusun program dan menyentuh langsung masyarakat bawah,” ujar Asrati.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah, mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, menyebutkan, dengan adanya data BDT terbaru yang telah di update dan memuat sejumlah indicator kemiskinan di Aceh, maka akan memudahkan Dinas dalam bekerja.

“Kegunaan data BDT yang terbaru yang sudah memuat indicator kemiskinan. Ini memudahkan kerja Dinsos Aceh dalam bekerja menyasar orang-orang yang memang berhak menerima bantuan,” katanya.

Kemudian, kegunaan data tersebut akan diketahui siapa saja yang sudah pernah dibantu oleh pemerintah dan juga dapat mengetahui perkembangan dari pihak penerima bantuan.

“Jadi, program kami akan mengacu berdasarkan data BDT, agar tepat sasaran,” ujarnya.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...