Unduh Aplikasi

PEMBATALAN PEMENANG LOMBA TARI FL2SN

Dinas Pendidikan Aceh Barat Dikabarkan Bakal Polisikan Wali Murid

Dinas Pendidikan Aceh Barat Dikabarkan Bakal Polisikan Wali Murid
Fahratul (Tengah) bersama rekannya, penari peucicap aneuk. Foto: Ist

ACEH BARAT - Dinas Pendidikan Aceh Barat dikabarkan akan membawa persoalan pembatalan juara satu terhadap Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Meulaboh dalam event Festival Dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) ke ranah hukum. Dinas Pendidikan Aceh Barat akan menuntut wali murid yang telah menyebarkan informasi kepada media massa atas persoalan tersebut, dengan pasal pencemaran nama baik.

Kabar adanya upaya membawa kasus itu ke jalur hukum diketahui setelah pelatih tari dari SD Negeri 24 Meulaboh, Susan Hamdayani, mendatangi SD Negeri 2 Meulaboh dan menjumpai seorang guru di sekolah itu.

Sedikit informasi, SD Negeri 24 Meulaboh merupakan juara satu dalam lomba tari pada FL2SN, setelah kemenangan SD Negeri 2 Meulaboh dianulir oleh disdik. SD Negeri 2 Meulaboh akhirnya hanya memperoleh juara dua berdasarkan data yang diterima AJNN.

Kepada guru tersebut, Susan berpesan agar menyampaikan kepada wali murid agar tidak lagi membesarkan lagi persoalan itu, karena jika tidak, pihak dinas akan melakukan upaya hukum atas dasar pencemaran nama baik.

Baca: Dewan Guru SDN 2 Meulaboh: Kami Tidak Protes karena Takut Dipindahkan

Tak hanya itu, Susan menjanjikan akan memfasilitas SD Negeri 2 Meulaboh untuk bertemu disdik untuk menyampaikan kepada dinas, jika sekolah tidak lagi menuntut pembatalan juara terhadap sekolah SD Negeri 2 Meulaboh.

"Jadi tadi ada datang pihak pelatih dari sekolah yang menang SD Negeri 24 Meulaboh, jadi dia mau mediasi antara kami dengan dinas untuk beritahu jika kami lepas tangan tidak menuntut. Kami kan sudah menerima, yang tidak menerimakan orang tua murid," kata gutu yang tak ingin disebutkan namanya itu kepada AJNN, Senin (5/8).

Susan datang sekitar 30 menit sebelum pansus Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat mendatangi sekolah itu. Susan juga meminta agar pesannya disampaikan kepada wali murid dari salah satu siswa tersebut untuk memilih diam atas persoalan tersebut, sebelum pihak dinas mengambil tindakan yang berujung ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

Dikatakan guru itu, bagi pihak sekolah masalah tersebut memang tidak memperkarakannya lagi, namun mereka juga tidak bisa menahan wali murid yang terus mempersoalkan masalah tersebut.

"Tapi imbasnya memang ke kami sekolah, karena sekolah kami kan bagian dari pemerintahan, kalau orang tua wali murid-kan bukan bagian dari pemerintahan," ujarnya.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...