Unduh Aplikasi

Dilepas dari Pasungan, Warga Aceh Utara Dirujuk ke RSUCM

Dilepas dari Pasungan, Warga Aceh Utara Dirujuk ke RSUCM
Nurdin (44) saat dipapah untuk dievakuasi ke RSUCM dari lokasi gubuk tempatnya dipasung. Foto: Ist

ACEH UTARA - Nurdin (44), pria yang dipasung keluarga di sebuah gubuk tua karena mengalami gangguan jiwa akhirnya dilepaskan dari belenggu rantai, Jumat (12/1).

Dihimpun AJNN, lelaki paruh baya yang tercatat sebagai warga Darul Aman, Aceh Timur tersebut sudah lama dipasung pihak keluarga di kampung halamannya Gampong Matang Mane, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

"Kami terpaksa memasung Nurdin, karena selama ini kalau sedang kumat sering meresahkan masyarakat. Apalagi keluarga tak lagi punya biaya untuk merawatnya di rumah sakit," ujar M.Diah orang tua Nurdin, kepada AJNN.

Setelah mendapatkan laporan dari warga, sekitar pukul 11.00 WIB, tim medis dari Dinas Kesehatan Aceh Utara, Puskesmas Lhok Beringen dan Muspika Kecamatan Tanah Jambo Aye datang ke kediaman keluarga untuk mengevakuasi Nurdin ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia.

"Pasien gangguan kejiwaan atas nama Nurdin sudah dibawa pukul 12.00 WIB tadi ke RSUCM untuk mendapatkan penanganan medis di ruang VIP kejiwaan" sebut dr. Machrozal, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara menjawab AJNN.

Saat dievakuasi, Nurdin yang mengenakan kaos kuning dan celana training tidak melawan. Bahkan raut wajahnya tampak sumringah, dilepas dari belenggu rantai di sebuah gubuk tak layak. Sesekali ia mengiris kesakitan saat dipapah karena lama tak berjalan.

"Kita sepakat dengan pihak keluarga membawa ia (Nurdin) untuk dirawat. Saat dievakuasi yang bersangkutan tidak melawan. Semua proses lancar hingga korban sampai ke rumah sakit," sebut Kapolsek Tanah Jambo Aye, Zulkifli Harahap.

Sebelumnya, pihak Dinas Kesehatan Aceh Utara juga membawa Fauzi Murtala (27), seorang pemuda sakit jiwa asal Gampong Tanjong Geulumpang, Kecamatan Baktiya. Ia juga dipasung oleh keluarga karena kerap memukul orang di sekitarnya, termasuk keluarganya sendiri.

Sebagai informasi, hingga akhir tahun 2017, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara mencatat, jumlah penderita gangguan jiwa di daerah tersebut mencapai 2.452 orang. Faktor terbesar akibat penyalahgunaan narkoba dan karena masalah ekonomi.

Komentar

Loading...