Dilarang Pakai Peci Saat Debat, Paslon Abusyik Sesalkan Sikap KIP dan Panwaslih

·
Dilarang Pakai Peci Saat Debat, Paslon Abusyik Sesalkan Sikap KIP dan Panwaslih

PIDIE - Kuasa hukum pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Roni Ahmad-Fadlullah TM Daud, Muharramsyah menyesalkan sikap KIP dan Panwaslih Pidie yang meminta pendukung paslon tersebut melepaskan peci merah pada saat debat kandidat di Hotel Grend Blang Hasan, Pidie (10/1).

Baca: Tiga Paslon Bupati Pidie Ikut Debat Kandidat

Padahal kata dia, dalam rapat Teknikal Meeting yang digelar KIP pada 5 Januari 2017 lalu, tidak menyebutkan tentang larangan mengenakan peci dalam berita acara.

"Jadi kenapa tiba-tiba pihak KIP dan Panwas meminta untuk melepaskan kopiah pendukung,"ujarnya.

Baca: Diminta Buka Peci, Paslon Abusyik Pilih Keluar Ruang Debat

Lantara dalam berita acara tidak disebutkan larangan mengenakan peci, kata Muharramsyah, pendukung paslon nomor urut 2 enggan melepaskan peci dan memilih keluar dari ruang debat.

Peci merah yang selama ini dikenakan pendukung paslon Roni Ahmad-Fadlullah menurutnya bukan atribut kampanye sehingga tidak perlu dilepaskan.

Baca: Kisruh Debat Publik di Pidie, Panwaslih Aceh Enggan Berkomentar

"Peci merupakan ciri khas umat muslim yang dipakai oleh masyarakat pada umumnya," katanya.

Muharramsyah menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaporkan KIP dan Panwaslih Kabupaten Pidie ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta karena dinilai telah melanggar kode etik penyelengaraan Pilkada.

HUT Abdya ke 15

Komentar

Loading...