Unduh Aplikasi

Diinjak Gajah, Warga Pidie Menderita Patah Tulang

Diinjak Gajah, Warga Pidie Menderita Patah Tulang
Nursiah Kasem (40), isteri Kamarudin Lotan mendampingi korban yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Ditiro Sigli setelah diinjak gajah, Rabu (14/11). Foto: AJNN.NET/Salman

PIDIE - Kamarudin Lotan, 55 tahun, warga Gampong Pulo Ie, Kecamatan Tangse, Pidie terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Ditiro Sigli setelah menjadi korban amukan gajah, Rabu (14/11) petang. Beruntung amukan satwa yang dilindungi tersebut tidak sampai merenggut nyawa korban.

Nursiah Kasem (40), isteri Kamarudin Lotan mengatakan peristiwa terjadi sekira pukul 16.00 WIB, saat korban hendak pulang kerumah setelah berkebun di Kawasan Cot Gunung Glusong berjarak 1,5 kilometer dari tempat tinggal korban.

Menurut Nursiah, saat itu Kamaruddin yang tengah dalam perjalanan pulang bersama temannya Ismail (60) langsung dihadang kawanan gajah liar yang sejak beberapa hari terakhir kerap turun ke pemukiman warga.

Hadangan gajah yang terjadi begitu cepat kata Nursiah membuat Kamaruddin Lotan tidak dapat berbuat banyak sehingga menjadi sasaran hewan berbelalai itu.

"Suami saya langsung diseruduk induk gajah dan dihempaskan dengan belalainya, setelah itu diinjak oleh anak gajah. Sementara temannya berhasil menyelamatkan diri," kata Nursiah Kasem ditemui di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Ditiro Sigli, Rabu malam.

Nursiah menceritakan, Kamaruddin berhasil diselamatkan Ismail setelah kawanan gajah yang mengamuk meninggalkan tubuh pria tersebut dengan kondisi terluka.

"Dibantu Ismail sampai ke rumah kemudian dibawa ke Puskesmas dan dirujuk kesini (RSU Tgk Syik Ditiro). Suami saya mengalami patah tulang bagian bahu dan sakit bagian dada," katanya.

Nursiah menambahkan kawanan gajah liar sejak beberapa hari terakhir kerap turun ke pemukiman warga. Selain Gampong Pulo Ie, Gajah kata Nursiah juga dikabarkan turun ke pemukiman warga Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Pidie.

Selain merusak lahan perkebunan warga, keberadaan gajah membuat warga cemas karena takut berpapasan dengan satwa yang terancam punah itu.

"Sudah beberapa hari ini gajah liar terus memasuki permukiman gampong setempat, dengan merusak tanaman perkebunan. Kawanan gajah ini jumlahnya sekitar 40 ekor," kata anggota Rangger Pela Beungga, Pidie.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...