Hasanudin
Unduh Aplikasi

Didesak Copot, TA Khalid: Saya Tak Mengenalnya

Didesak Copot, TA Khalid: Saya Tak Mengenalnya
TA Khalid

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Aceh menanggapi terkait adanya pihak yang mengatasnamakan DPC Gerindra Kabupaten Pidie dimana meminta ketua DPP Prabowo Subianto untuk mencopot dirinya dari jabatan sebagai Ketua DPD Gerinda Aceh.

Ketua DPD Gerindra Aceh, TA Khalid mengatakan yang bersangkutan bukan pengurus DPC Partai Gerindra berdasarkan hasil pengusulan kepengurusan yang baru, jadi tidak ada hak baginya secara pribadi berbicara atas nama partai.

"Dia tidak berhak mengatasnamakan partai atas nama pribadi, masalah pribadi kita tidak melayani," kata TA Khalid kepada AJNN, Senin (8/1).

Kata TA Khalid, surat yang diterima Gerindra Aceh dari DPC Pidie perihal usulan penguatan struktur kepengurusan yang ditujukan kepada DPP itu jelas sebagai bukti bahwa ada pengusulan baru dalam rangka menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

"Itu bukti bahwa usulan dari DPC untuk pergantian struktur menghadapi pilpres dan Pileg 2019," ujarnya

TA Khalid juga mengaku bahwa dirinya tidak mengenal yang berbicara dan mendesak pusat mencopot dirinya tersebut."Yang berbicara itu dikeluarkan tidak tahu saya, bahkan tidak mengenalnya," tuturnya.

Dirinya meminta yang bersangkutan agar memahami dulu dan belajar tata cara berorganisasi, yang harus diketahui sebuah partai itu punya mekanismenya sendiri. Dan ia juga menegaskan bahwa partai bukanlah tempat memuaskan diri.

"Partai mempunyai mekanisme, bukan tempat memuaskan diri. Ini tidak bicara pribadi, ini berbicara kepentingan partai," tegas TA Khalid.

Baca: DPC Gerindra Pidie Desak Prabowo Copot TA Khalid

Sementara itu, Sektretaris DPC Gerindra Pidie, Masrul Junaidi melalui rilisnya menyebutkan, pernyataan Mukhtarrodi bersifat provokasi dan cenderung merusak marwah Partai Gerindra di Pidie, dan pernyataan ini hanya bersifat personal.

Disebutkan Masrul, Mukhtarrodi sudah melanggar AD/ART Partai, dimana pada saat Pilkada Gubernur Aceh, Muktarrodi, berseberangan dengan perintah partai, dimana semua pengurus dan kader Partai Gerindra, mendukung Mualem - TA Khalid.

“Namun dia berseberangan dan memilih melawan perintah partai dengan mendukung dan menjadi timses Abdullah Puteh, dan ini pelanggaran paling berat,” tambah Masrul

Ditambahkannya, pada saat DPC Gerindra mengusulkan pengurus baru untuk penguatan Partai Gerindra Pidie, Muhtarrodi sempat menelpon sektretaris DPC Gerindra Pidie, untuk tidak memasukkan namanya, sebagai pengurus baru DPC Pidie yang diusulkan ke DPP Gerindra di Jakarta.

" Perlu dipahami dari tertib berorganisasi di Gerindra adalah, semua usulan penguatan dan pergantian pengurus, semuanya diusul dari DPC, dimana dalam penguatan dan pergantian pengurus ini, surat usulan SK tersebut ditandatangani oleh ketua DPC Gerindra Pidie, yaitu M.Isa Alima dan Masrul Junaidi sebagai sekretaris dengan kop dan stempel DPC untuk diteruskan ke DPP Gerindra melalui DPD," katanya.

Surat usulan pergantian dan penguatan stuktur DPCGerindra itu, bernomor AC-18/12-01/A/DPC-Gerindra/2017, tertanggal 26 September 2017, ditujukan ke DPP Gerindra di Jakarta.

“Jadi pergantian dan penguatan stuktur ini, murni berasal dari DPC Gerindra Pidie, karena melihat kebutuhan untuk membesarkan partai Gerindra di Pidie, bukan karena keinginan segelintir orang, kenapa sekarang kok malah membuat konferensipres atas nama DPC Gerindra Pidie, yang aneh lagi, kok meminta Ketua DPD Aceh diganti, kita loh yang mengusul pergantian Pengurus DPC Pidie untuk di-SK-kan oleh DPP, bukan TA Khalid atau DPD, mereka hanya meneruskan dari usulan Gerindra Pidie ke DPP, mari pahami cara berorganisasi saudara Mukhtarrodi,” kata Masrul lagi

Sebelumnya, Wakil Ketua I DPC Partai Gerindra Pidie Mukhtarrodi mendesak Ketua DPP Prabowo Subianto segera mencopot T. A Khalid dari jabatannya sebagai Ketua DPD Gerinda Aceh karena dinilai gagal dalam membangun komunikasi politik.

"Dibawah kepemimpinan T. A Khalid selama ini Partai Gerindra di Aceh vakum alias jalan di tempat dan bersifat otoriter dalam menjalankan partai," ungkap didampingi Wakil Ketua Rusin dan Wakil Bendahara Saifuddin Umar dalam konferensi pers di Horas Cafe, Sigli, Senin (8/1).

Namun, TA Khalid kembali menegaskan bahwa yang berbicara tersebut tidak masuk dalam kepengurusan DPC Gerindra Pidie berdasarkan dari usulan penguatan struktur kepengurusan yang diterima pihaknya.

Adi Maros
Gratis Bea Balik Nama Non BL - SAMSAT Aceh
Gayo Alas Mountain Int Fest 2018

Komentar

Loading...