Unduh Aplikasi

Didemo, Ini yang Disampaikan Ketua DPRK Lhokseumawe saat Temui Mahasiswa

Didemo, Ini yang Disampaikan Ketua DPRK Lhokseumawe saat Temui Mahasiswa
Ketua DPRK Sementara (baju jas hitam tengah depan), Ismail saat menjumpai mahasiswa. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Ketua sementara DPRK Lhokseumawe, Ismail dan sejumlah anggota lain yang baru saja selesai melangsungkan pengambilan sumpah dan janji saat prosesi pelantikan menemui mahasiswa yang melakukan aksi damai di depan kantor dewan setempat.

Pantauan AJNN, Ketua dan sejumlah anggota dewan lainnya, menerima langsung mahasiswa dengan cara bertemu di bawah terik matahari tepatnya di luar pagar gedung DPRK Lhokseumawe. Pasalnya, mahasiswa beralasan supaya dewan dan mahasiswa sama-sama merasakan panasnya terik matahari.

“Jadi segala petisi yang mahasiswa sampaikan hari ini akan kita tampung, dalam hal ini sama-sama kita kawal baik itu kemiskinan ataupun sejumlah masalah lainnya yang belum tuntas di Lhokseumawe,” kata Ismail didampingi sejumlah anggota dewan yang baru dilantik saat menemui mahasiswa demo.

Sambungnya, dikarenakan dewan ini dari rakyat, dipilih oleh rakyat. Dan pihaknya menyebutkan setelah pelantikan tersebut akan menciptakan ekonomi Kota Lhokseumawe lebih baik lagi dan menjadikan rakyat jauh dari kemiskinan.

“Mudah-mudahan dengan kado dari mahasiswa hari ini menjadi pedoman untuk kami yang baru saja dilantik ini,” ungkap Ismail.

Sementara itu, anggota DPRK Lhokseumawe, T Sofyanus mengatakan, dalam hal ini sama-sama mengawasinya,karena pembangunan di Lhokseumawe bukan hanya tugas DPRK saja tapi juga pimpinan lainnya.

“Kami hari ini cukup bangga atas kejutan dan kado yang diberikan mahasiswa. Hari ini mahasiswa mensuport kami. Mudah-mudahan dengan kado hari ini menjadi pedoman untuk kami,” imbuhnya.

Dikabarkan sebelumnya, Koordinator Lapangan, Muhammad Fadli mengatakan sampai saat ini Kota Lhokseumawe masih diapit oleh korporasi-korporasi raksasa, namun masyarakatnya masih hidup di bawah garis kemiskinan, karena pemimpin tidak memperdulikan mereka kaum proletariat yang termajinalkan.

Baca: Mahasiswa Hadiahkan Sarang Tikus untuk Kado Pelantikan Dewan Baru

“Mulai dari permasalahan ketimpangan hukum, sosial, ekonomi dan lain sebagainya. Sehingga Lhokseumawe seperti kota mati tanpa hadirnya seorang pemimpin,” katanya saat melakukan aksi di depan Dewan baru.

Sambungnya lagi, dalam hal ini pihaknya mendesak untuk menegakkan syariat islam di Kota Lhokseumawe yang terkenal dengan islaminya. Mendesak kejelasan KEK Arun, juga perusahaan tersebut harus memperioritaskan pekerja dari putra dan putri daerah.

“Kami meminta DPRK Lhokseumawe untuk memperkuat dan mempertegas pengawasan terhadap Pemko Lhokseumawe, memperhatikan pemerataan pupuk subsidi di kota ini,” jelasnya.

Komentar

Loading...