Unduh Aplikasi

Di Atas Ladang Kebencian

Di Atas Ladang Kebencian
ilustrasi.

RANGKAIAN teror bom di Surabaya membuat kita terperangah. Begitu mudah para pelaku beraksi. Puluhan orang menjadi korban. Mereka seperti bisa berbuat apa saja sesuka hati.

Tak satupun dari kita yang sepakat bahwa ini adalah tindakan yang layak dilakukan. Dan tak seorang pun pantas diteror sampai kehilangan nyawa. Apalagi hanya karena perbedaan keyakinan agama.

Dari banyak rangkaian teror, sedikit atau banyak, akan berdampak pada Islam karena latar belakang para pelakunya yang kebanyakan muslim.

Namun sebelum menjatuhkan penilaian, penting bagi masyarakat untuk memahami rangkaian teror yang terus terjadi di negeri ini. Apalagi, yang menjadi korban ternyata bukan hanya mereka yang dianggap para pelaku sebagai kafir.

Di Timur Tengah, gerakan ISIS mengguncang dengan serangkaian aksi pembunuhan. Mereka tidak hanya menyasar orang-orang kafir. Korban dari kejahatan mereka adalah orang-orang Islam. Gerakan ini ditujukan untuk memecah belah Arab, khususnya, untuk kemudian dijadikan mainan.

Skenario yang sama juga terjadi di Indonesia. Tindakan-tindakan bom bunuh diri ini dilakukan untuk memecah belah masyarakat. Saat masyarakat terpecah belah, makan sumber daya alam dan manusianya akan dengan mudah keruk. Karena gerakan ISIS tak punya ideologi khusus. Mereka hanya kawanan perampok yang membawa Bendera Muhammad Rasulullah dalam aksi-aksinya.

Kejadian di Markas Komando Brimob, di Jakarta, dan ledakan bom diduga bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur, harus jadi ditangani dengan sangat hati-hati oleh kepolisian. Aksi-aksi ini tidak boleh disamaratakan karena para pelaku teror memiliki latar belakang berbeda-beda.

Kejadian ini juga harusnya menjadi pembelajaran bagi intelijen negara. Karena sering kali, lembaga ini tak berkutik menghadapi serangan-serangan yang ditujukan untuk menebar ketakutan di tengah masyarakat. Di saat yang sama, kedua lembaga ini kudu teliti dalam memahami musuh-musuh negara. Memahami alasan di balik tindakan yang merugikan banyak orang itu.

Dan yang terpenting, kita semua harus belajar untuk tidak saling membenci. Kejadian-kejadian ini adalah soal-soal yang harus kita jawab bersama. Tak perlu menyalahkan satu sama lain. Apalagi mencap seseorang teroris karena pakaian dan tanda-tanda di tubuhnya. Karena teror membutuhkan rasa takut dan kebencian untuk tumbuh.

Radio Baiturrahman

Komentar

Loading...