Unduh Aplikasi

Di Aceh Tenggara, Isu Penyelewengan Dana Desa Lebih Gencar dari Narkoba

Di Aceh Tenggara, Isu Penyelewengan Dana Desa Lebih Gencar dari Narkoba
Wabup Aceh Tenggara Bukhari saat memaparkan materi pada bimtek BUMdes di Kampus STKIP Usman Safri Kutacane. (Jupri)

ACEH TENGGARA - Wakil Bupati Kabupaten Aceh Tenggara Bukhari mengatakan, selama tiga tahun belakangan ini dana desa yang sudah disalurkan ke setiap desa di Aceh Tenggara diperkirakan hampir mencapai Rp 1,5 miliar lebih.

"Namun sampai saat ini, apa yang sudah dirasakan masyarakat desa dengan dana yang sudah miliaran rupiah digelontorkan itu," kata Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari, saat menyampaikan materi dalam acara bimbingan teknis manajemen tata kelola dana pengembangan BUMdes bagi seratusan perangkat desa Se-Kecamatan Lawe Bulan, Kamis (29/3).

Menurutnya jika ada sedikit saja niat tulus dari kepala desa untuk membangun, maka tentu hasilnya cukup bermanfaat bagi masyarakat.

"Amatan saya dana desa selama tiga tahun belakangan ini seperti ditelan hantu. Bahkan isu dugaan penyelewengan dana desa lebih gencar dari pada narkoba di Aceh Tenggara. Hal ini akibat tidak transparanya kepala desa dalam mengelola dana desa," ujarnya.

Bagaimana pun besarnya dana desa disalurkan jika kepala desa tidak ada niat tulus untuk membangun desa dan masyarakat juga tak peduli dalam mengawasi dana desa, tentu rawan akan penyelewengan.

"Saat ini saja sudah tiga kepala desa di Agara yang melarikan dana desa sisa tahun 2017, bahkan telah berurusan dengan aparat hukum," ungkapnya. 

Komentar

Loading...