Unduh Aplikasi

Di Aceh Barat, Warga Patungan untuk Biayai Luruskan DAS Sungai Meureubo

Di Aceh Barat, Warga Patungan untuk Biayai Luruskan DAS Sungai Meureubo
Warga bergotong royong memperbaiki lantai jembatan yang rubuh di Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Foto: Ist

ACEH BARAT - Warga di 12 desa dari dua Kecamatan yakni Pante Ceureumen dan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, bergotong royong meluruskan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureubo yang melintas dikawasan Ulee Raket, Desa Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI.

Aksi gotong royong yang dilakukan oleh ratusan warga tersebut guna menghindari ambruknya jembatan Ulee Raket, setelah sisi arah dari Pante Ceurmen ke Kaway XVI rubuh akibat abutmen tersebut rusak akibat erosi tebing sungai.

Koordinator aksi gotong royong, Kamaruzzaman menyebutkan kegiatan tersebut dilakukan atas merupakan inisiatif masyarakat dari 12 desa tersebut, guna menyelamatkan badan jembatan yang masih kokoh.

“Yang pertama sekali ini kami lakukan agar badan jembatan rangka baja yang masih kokoh ini tidak ikut ambruk, apalagi abutmen yang dari sisi arah Kaway ke Pante juga terancam akibat dari sungai yang berkelok,” kata Zaman, kepada wartawan, Minggu, (10/2).

Untuk pelurusan sungai tersebut, kata dia, selain meyumbangkan tenaga masyarakat, juga ikut patungan untuk biaya Bahan Bakar minyak (BBM) dalam pengoperasian beko yang yang digunakan untuk penggalian DAS.

Sedangkan lahan yang digali untuk pembuatan DAS baru tersebut, kata dia, telah dihibahkan oleh pemilik lahan tanpa adanya proses ganti rugi sedikit pun terhadap pemilik lahan tersebut.

Menurutnya, lahan yang saat ini menjadi DAS baru itu akan dipakai sepanjang lima ratus meter dengan luas mencapai tiga hektare untuk normalisasi sungai tersebut.

“Kalau kami hitung ganti rugi tidak akan sanggup menggantinya, karena nilainya mencapai tiga ratus juta lahan tersebut, apalagi lahan itu sudah ditanami poho sawit oleh pemiliknya. Kalau total pemilik ada enam orang di lokasi yang kami jadikan DAS itu,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, pelurusan DAS yang dilakukan itu, manfaat yang akan dirasakan masyarakat akan lebih banyak, selain dari menghindari ambruknya jembatan tersebut, juga menghindari terus tergerusnya DAS aliran sungai tersebut sehingga mengancam pemukiman warga Sawang Teubee.

Bukan hanya itu, kata dia, dengan pelurusan tebing sungai tersebut juga akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Alue Peudeung, Kecamatan Kaway XVI, yang saat ini DAS yang diairi sungai tersebut juga terus tergerus bahkan telah mengancam keberadaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa itu.

“Kami juga mendapat informasi jika DAS sudah diluruskan, pemerintah bersedia membangun kembali jembatan ini. Maka karena itu juga menjadi faktor kami lakukan ini, karena kami sangat membutuhkan jembatan ini dan kami tidak terima jika dibangunkan di desa lain,” sebut Zaman.

Selain melakukan normalisasi sungai, kata dia, warga juga secara bersama-sama turut memperbaiki badan jembatan yang sempat rubuh beberapa waktu lalu, karena sejak mulai rubuh hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda dari pemerintah untuk dibangun kembali.

Untuk Gotog royong perbaikan jembatan yang rubuh itu, kata dia, merupakan gotong royong kedua kali dilakukan. Sebelumnya, sebut Zaman, pihaknya memasang pohon kelapa dibagian abutmen jembatan yang amblas kesungai dan juga menimbunnya.

“Ini merupakan aksi gotong royong kedua kalinya. Untuk yang ini kami lakukan pengecoran badan jembatan yang rubuh,” imbuhnya.

Sementara itu, Amiruddin, pemilik lahan dari kegiatan pelurusan DAS sungai Krueng Meureubo, mengatakan dirinya secara pribadi telah menghibahkan lahan miliknya itu guna kepentingan masyarakat luas.

Menurut Amir, dengan dihibahkannya lahannya yang telah ditanami sawit tersebut, maka akan menyelamatan banyak hal, seperti pemukiman warga dan jembatan serta bronjong, serta tanggul pasak bumi yang dibangun untuk menghindari rusaknya abutmen pada sisi arak Kaway VXI menuju pante Ceureumen.

“Untuk kepentingan bangsa dan negera saya rela meski jika kami inventarisir ini nilainya ratusan juta. Lahan ini ada enam pemiliknya dan semuanya milik keluarga kami, dan kami semua rela memberikannya,” kata Amir.

Sabang Marine 2019

Komentar

Loading...