Hasanudin
Unduh Aplikasi

HADIAH PEMBERI INFORMASI TERKAIT KEMATIAN GAJAH BUNTA

Dari Uang Rp 130 Juta hingga Ngopi Gratis Seumur Hidup

Dari Uang Rp 130 Juta hingga Ngopi Gratis Seumur Hidup
Gajah Bunta mati terbunuh. Foto: Ist

BANDA ACEH - Seekor gajah jantan bernama Bunta ditemukan mati tanpa gading di Conservation Respon Unit (CRU) Serbajadi, tepatnya di Dusun Jamur Batang Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur. Kematian gajah tersebut diduga karena diracun kemudian diambil gadingnya, Sabtu (9/6) kemarin.

Kematian Bunta ini menuai kecaman dari berbagai kalangan di Aceh, baik pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga mahasiswa pecinta alam. Mengingat gajah berumur 27 tahun ini juga ditugaskan ketika terjadi konflik antara satwa liar (gajah) dengan manusia, tapi malah dibunuh.

Sebagai tindakan untuk mencari informasi terhadap pelaku pembunuhan Bunta tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan mitra mengadakan sayembara berhadiah puluhan juta bagi yang bisa memberikan informasi akurat tentang pembunuh gajah itu.

"BKSDA Aceh dan mitra akan memberikan hadiah Rp 10 juta bagi siapapun yang bisa memberikan info akurat pembunuh Bunta," tulis Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo melalui akun facebook miliknya, Minggu (10/6) malam kemarin.

Tak hanya mendapatkan uang tunai puluhan juta, bagi pemberi informasi akurat terkait kematian Bunta ini juga bakal bisa menikmati kopi secara gratis seumur hidup di Leuser Coffee yang berada berada di Jalan T P Nyak Makam, Lampineung Banda Aceh.

"Selain dapat uang 10 juta, saya juga akan gratiskan ngopi di Leuser Coffee seumur hidup bagi siapapun (termasuk keluarganya) yang memberikan informasi pembunuh bunta," kata pemilik Leuser Coffee, Danurfan lewat akun facebooknya, Senin (11/6).

Baca: Seekor Gajah Ditemukan Mati Tanpa Gading di Aceh Timur

Ternyata, sayembara yang diinisiasi BKSDA Aceh memunculkan respon positif dari berbagai kalangan, ada yang mendukung secara moril dan juga materil dengan memberikan hadiah tambahan bagi yang memberikan informasi akurat pembunuh Bunta tersebut.
Seperti Yayasan HAkA, lembaga yang konsen terhadap isu lingkungan ini juga ikut andil dalam sayembara itu, mereka juga akan menambahkan Rp 10 juta bagi pemberi informasi.

"Iya, Yayasan HAkA akan menambah Rp 10 juta ke hadiah dari BKSDA Aceh kepada siapapun yang dapat memberikan informasi akurat terkait pembunuh gajah Bunta," ujar Pengacara HAkA, Nurul Ikhsan saat dikonfirmasi AJNN, Selasa (12/6).

Dan sejauh ini, berdasarkan informasi yang disampaikan melalui status facebook Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, komitmen penghargaan untuk pemberi informasi akurat pelaku pembunuhan Bunta telah mencapai Rp 30,5 juta dan ngopi gratis seumur hidup.

"Begitu besar harapan publik utk terungkapnya kasus pembunuhan Bunta, dan harapan itu diwujudkan dalam penghargaan yang akan diberikan kepada siapapun yang memberikan informasi akurat pelaku pembunuhan Bunta. Saat ini komitmen penghargaan telah mencapai Rp 30,5 juta, plus ngopi gratis seumur hidup," tulis Sapto.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada mitra BKSDA Aceh yang ikut berpartisipasi untuk mengungkap kasus pembunuhan Bunta ini.

"Terima kasih kepada mitra kami, FKL, HAkA, WCS, Leuser Cafe, OIC, YEL dan Khairul Azmi," imbuh Sapto Aji Prabowo.

Untuk menyampaikan informasi akurat silahkan disampaikan ke Call Center BKSDA Aceh, 085362836024 atau hubungi Polres Aceh Timur. Identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya.

Terakhir, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf juga akan memberikan hadiah uang Rp 100 juta bagi masyarakat yang bisa memberikan informasi terkait kematian gajah Bunta tersebut.

“Hadiah Rp 100 juta dari Gubernur Aceh bagi yang dapat memberikan informasi akurat yang dapat mengarahkan aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku pembunuhan gajah jinak yang bernama Bunta di Aceh Timur. Yang ingin memberikan info akurat harap mengirimkannya ke E-Mail saya: albiruny@gmail.com,” tulis Irwanidi Yusuf di akun facebooknya.

Selain itu, Irwandi juga menjamin kerahasian para pelapor. Kepada pelaku diharapkan segera menyerahkan diri kepada yang berwenang atau akan ditangkap dengan resiko yang tidak dapat diperkirakan.

Adi Maros

Komentar

Loading...