Dari Balik Jeruji, H Zainal Curhat Terkait Polemik HGU PT Asdal

Dari Balik Jeruji, H Zainal Curhat Terkait Polemik HGU PT Asdal
H. Zainal saat bercerita terkait kasus yang menjeratnya

ACEH SELATAN - Wajah lelaki berusia 55 tahun itu tampak lelah, ia harus mendekam dibalik jeruji atas tuduhan penyerobotan lahan HGU milik PT Asdal Prima Lestari yang dialamatkan kepadanya.

Mengenakan kaos berkerah dipadu celana ponggol, H. Zainal menyambut ramah kedatangan AJNN, Sabtu (12/8) ke lapas kelas IIB yang dihuninya. Awalnya H Zainal sedikit canggung sebab sebelumnya kami belum pernah bertemu.

Baca: Tokoh Masyarakat Ditangkap, Massa Bakar Kantor PT.Asdal Prima Lestari

Dari arah pintu 02 yang dihuni oleh puluhan tahanan, H Zainal menatap ke arah AJNN sambil bertanya.

“Saudara yang ingin berjumpa dengan saya?" tanya H Zainal dengan nada yang begitu lembut, menyahuti pertanyaan H Zainal, AJNN menjawab dengan singkat “Ya pak”.

Tidak lama kemudian H Zainal keluar dari kamar penjara dengan menjinjing sehelai tikar.

"Duduk dek, kita ngobrolnya di luar saja,” ujar tokoh masyarakat Kecamatan Sultan Daulat itu.

Tak lama kemudian H Zainal mulai bercerita terkait kasus yang menjeratnya, ia mencurahkan isi hatinya sebagai seorang rakyat yang berharap keadilan.

"Sebagai seorang masyarakat yang buta hukum, jujur saya tidak tahu akirnya seperti ini. Yang membuat saya tidak habis fikir, kenapa lahan yang saya garap selama hampir lima tahun itu baru sekarang dipersoalkan,” kenangnya

Ia menyampaikan, lahan yang luas kurang lebih dua hektar tersebut sudah dipenuhi pohon sawit yang ditanamnya.

"Lahan itu sudah saya tanami sawit, Alahamdulillah sudah menghasilkan buah, meskipun masih buah pasir, namun apa hendak dikata, sebelum proses hukum berjalan, tanaman sawit tersebut sudah duluan dipotong oleh mereka," sebutnya

Sebenarnya, sambung Zainal, dia dan masyarakat lainnya tidak mengetahui tapal batas PT Asdal, sebab tidak ada tanda-tanda kepimilikannya.

"Sebagai masyarakat yang ingin mencari nafkah, kami tidak tau batas PT Asdal, sebab sama kepala Desa pun tidak ada laporan tapal batas tersebut," papar H Zainal.

Dia menambahkan, selain dirinya, masih banyak masyarakat lain yang juga mengadu nasib di kawasan itu, termasuk kepala Desa juga membuka lahan di kawasan sengketa.

"Kasus sengketa ini sudah lama dan berlarut - larut. Kami tidak mencari kaya di lahan itu, melainkan untuk menyambung hidup," ujar H. Zainal dengan suara sedikit parau.

Kepada Pemerintah, H Zainal berharap agar melakukan pengukuran ulang terhadap tapal batas PT Asdal, Sebab menurutnya, jika ini dibiarkan tentu persoalan sengketa lahan di kawasan perbatasan Aceh Selatan dan Kota Subulussalam itu tidak mendapatkan titik terang.

Baca: Kasus Pembakaran Aset PT Asdal, Polres Singkil Periksa Lima Saksi

"Dengan kasus penangkapan saya ini, tentu menjadi pelajaran bagi kita semua, saya ikhlas untuk menjalani semua, namun demikian saya berharap pemerintah turun tangan terhadap persoalan sengketa tersebut, jika tidak saya yakin banyak saudara-saudara kita yang mencari hidup dikawasan lahan tersebut akan berbasib seperti saya," pinta Zainal.

Terakir H. Zainal berpesan agar masyarakat yang ada di Desa Kapal Sesak dan sekitarnya patuh terhadap hukum.

"Apapun ceritanya kita berada di negara hukum. Namun demikian hukum yang ditegakkan harus seimbang, tidak tembang pilih," harap ayah tujuh anak itu.

Tentunya penangkapan H Zainal atas tuduhan penyerobotan lahan HGU PT. Asdal Prima Lestari menjadi bukti lemahnya pengontrolan pemerintah terhadap HGU-HGU yang ada di Aceh. Di bawah Pemerintah Aceh yang baru dilantik, mampukah Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memberikan titik terang dari kasus sengketa tersebut?

Komentar

Loading...