Unduh Aplikasi

Dalam Lima Tahun Terakhir, PDAM Meulaboh Merugi hingga Rp 4 Miliar

Dalam Lima Tahun Terakhir, PDAM Meulaboh Merugi hingga Rp 4 Miliar
Direktur PDAM Tirta Meulaboh saat memantau pipa induk yang patah di Desa Suak Ribe, Kecamatan Johan Pahlawan

ACEH BARAT- Selama lima tahun terakhir Perusahaan Daerah (PDAM) Air Minum Tirta Meulaboh menaksir mengalami kerugian hingga Rp 4 miliar lebih. Kerugian tersebut dinilai menjadi pemicu terjadinya tunggakan listrik perusahaan plat merah itu.

Direktur PDAM Tirta Meulaboh, Hamdani, mengatakan kerugian miliaran rupiah yang dialami oleh PDAM tersebut disebabkan tunggakan pelanggan PDAM Tirta Meulaboh yang mencapai 3,500 pelanggan atau 60 persen dari 6000 pelanggan yang ada saat ini.

“Selama ini pelanggan kita sering menunggak dengan rentang waktu tunggakan variatif ada yang empat tahun ada yang lima tahun, dari total tunggakan itu ada empat miliar rupiah. Kalau dihitung nilai ini menjadi kerugian kita. Ini juga penyebab kita tak mampu membayar rekening listrik,” kata Hamdani, Rabu, (12/6).

Bukan hanya tidak mampu membayar rekening listrik, kata dia, akibat dari kerugian itu bahkan gaji karyawan atau pegawai di perusahaan tersebut sempat macet selama enam bulan. Meski demikian, kata dia, saat ini gaji karyawan di perusahaan yang dipimpinnya itu sudah mampu dilunasi setelah dilakukan pembenahan di perusahaan tersebut.

Kata dia lagi, usai dilakukan pembenahan kini pembayaran listrik untuk bulan berjalan juga telah mampu dilunasi. Pembenahan yang dilakukan diantaranya menagih tunggakan langsung kepada pelanggan yang menunggak, dan bagi yang tidak membayar langsung dilakukan pemutusan suplai air.

Pembenahan lainnya yang dilakukan, kata dia, adalah lancarnya pasokan air serta air yang dipasok ke pelanggan juga kini tidak keruh lagi dan benar-benar layak konsumsi. Lancarnya pasokan dan bagusnya kualiatas air itu sejak dua bulan terakhir atau selama ia menjabat sebagai direktur di perusahaan plat merah itu.

“Tunggakan listrik terjadi bukan pada masa saya tapi direktur-direktur sebelumnya. Ini akibat mereka diam saat ada pelanggan tidak mau membayar tagihan air tidak mau menjemput bola. Buruknya kualitas air juga membuat pelanggan mungkin enggan membayarnya, tapi selama kualitas air bagus saat ditagih langsung mau bayar,” ucapnya.

Dengan adanya pembenahan saat ini perusahaan tersebut meski tidak memperoleh laba namun mulai seimbang dalam perhitungan neraca antara pemasukan dan pengeluaran. Apalagi kata dia, dari hasil penagihan itu perusahaan berhasil mengumpulkan Rp 2 miliar lebih dari jumlah piutang pelanggan baik pelanggan aktif maupun non aktif.

Saat ini, kata dia, PDAM Tirta Meulaboh terus berupaya memberikan pelayanan maksimal dan terus menyambung pipa induk ke daerah yang belum terakses terutama untuk Kecamatan Johan Pahlawan. Dengan menambah pipa akses, kata dia, maka jumlah pelanggan akan terus meningkat sehingga perusahaan tersebut akan sehat.

“Yang sedang kita upayakan itu daerah lorong Manggis, Desa Ujong Baroh, dan nantinya juga Suak Ribee. Mengingat daerah tersebut banyak permintaan,” ungkapnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...