Unduh Aplikasi

Daging Ayam dan Cabai Merah Penyumbang Inflasi di Lhokseumawe

Daging Ayam dan Cabai Merah Penyumbang Inflasi di Lhokseumawe
Ilustrasi pedagang cabai di Pasar Pusong Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kota Lhokseumawe membeberkan perkembangan inflasi pada bulan Mei 2019 di Kota Lhokseumawe.

Adapun komuditas andil penyumbang inflasi terbesar yaitu daging ayam ras (0,11%), teri (0,09%), cabai merah (0,08%), cumi-cumi (0,07%) dan pisang (0,07%).

Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yufrizal mengatakan, inflasi Kota Lhokseumawe bulan Mei 2019 terutama bersumber dari Komponen Bergejolak (Volatile Food) dan Komponen Inti yang memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,46% dan 0,42%. Sementara Komponen Harga yang Diatur Pemerintah (Administered Price) mengalami deflasi tipis dengan andil sebesar (-) 0,02%.

“Inflasi daging ayam ras disebabkan tingginya permintaan antara lain untuk kebutuhan kuliner dan rumah tangga selama Ramadan. Permintaan yang tinggi juga terjadi pada komoditas buah-buahan diantaranya pisang, jeruk, dan papaya,” katanya, Selasa (11/6).

Sambungnya, selain itu, berakhirnya panen pada sentra produksi di tengah kebutuhan yang tetap tinggi, mendorong kenaikan harga cabai merah. Sementara itu, harga komoditas ikan laut khususnya tongkol dan udang mengalami penurunan sejalan dengan kembali normalnya aktivitas melaut nelayan setelah sempat jeda untuk melakukan tradisi Meugang dan kondisi cuaca yang lebih baik.

“Penurunan harga ikan tongkol kemudian mengerek turun komoditas ikan tawar khususnya bandeng yang bersifat substitusi terhadap ikan laut. Secara tahunan, inflasi komponen Volatile Foods tercatat mengalami inflasi sebesar 2,63% (yoy),”ungkapnya.

Lanjutnya, sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi adalah tongkol/ambu-ambu (-0,32%), udang basah (-0,11%), bandeng/bolu (-0,03%), angkutan udara (-0,02%), tomat sayur (-0,02%). Komponen Barang/Jasa yang Diatur oleh Pemerintah (Administered Prices) tercatat mengalami deflasi sebesar (-) 0,16% (mtm), lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya sebesar -0,05% (mtm).

Deflasi AP pada bulan Mei 2019 terutama bersumber dari penurunan tarif angkutan udara sejalan dengan kebijakan Pemerintah yang menurunkan tarif batas atas tarif tersebut. Secara tahunan, komponen Administered Prices mencatat inflasi sebesar 4,74% (yoy).

“Komponen inti bulan Mei 2019 mengalami inflasi sebesar 0,74% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,32% (mtm). Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar antara lain baju kaos berkerah (0,05%) dan celana panjang jeans (0,05%) sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat untuk pakaian baru menjelang Hari Raya Idul Fitri. Secara tahunan, inflasi inti mencapai 2,25% (yoy),” jelasnya.

Tambahnya lagi, Bank Indonesia, Pemerintah Kota, beserta seluruh pihak yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Lhokseumawe mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pedagang yang telah berniaga dengan baik dan masyarakat yang telah turut menjaga tingkat inflasi dengan berbelanja dan konsumsi secara bijak pada periode menjelang dan selama Ramadhan tahun 2019 sehingga tingkat inflasi tetap terkendali.

Hal ini tentu diharapkan terus berlanjut dan menjadi budaya di masyarakat sebagaimana firman Allah SWT pada QS. Al-A’raf 31 yang diterjemahkan. Dan makan dan minumlah kalian, tapi janganlah kalian berlebih-lebihan. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

“Ke depan, inflasi akan tetap dijaga sehingga berada pada sasaran inflasi 2019, yaitu 3,5±1%. Untuk itu, koordinasi antara Pemerintah, Bank Indonesia dan lembaga terkait yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus diperkuat dalam menghadapi sejumlah risiko yang dapat mendorong kenaikan harga,” pungkasnya.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...