Topik

Cawabup Ditahan Jaksa, Erly Hasyim Pilih Istri Tersangka Korupsi

·
Cawabup Ditahan Jaksa, Erly Hasyim Pilih Istri Tersangka Korupsi
Calon Bupati dan Wakil Bupati Simeulue Erly Hasyim-Afrida Waty. Foto: Ist
BANDA ACEH - Pasca penahanan bakal calon wakil bupati Simeulue Mohd Riswan R, Erly Hasyim dikabarkan telah menggandeng Afrida Waty--istri bekas Bupati Simeulue Darmili sebagai wakilnya menggantikan Riswan. Putusan itu dilakukan pada Senin (22/8) lalu.

Sebelumnya, Darmili yang merupakan suami Afrida Waty, telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Aceh (Kejati) dalam dugaan tindak pidana korupsi pada perusahaan daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) tahun 2002-2012 dengan total anggaran mencapai Rp 225 miliar.

Baca: Penyidik: akan Ada Tersangka Baru

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Simeulue. Marwan Serafon dikonfirmasi AJNN, menyebutkan keputusan memilih Afrida Waty setelah dilakukan musyawarah dengan partai pengusung, seperti Partai Aceh dan Hanura.

“Kami dari partai pengusung telah memilih Erly Hasyim dan Afrida Waty sebagai wakilnya sejak Senin lalu,” kata Marwan, Senin (29/8).

Kendati demikian, lanjut Marwan, setelah musyawarah partai pengusung, selanjutnya menyerahkan keputusan penuh kepada cabup Erly Hasyim.

Baca: Terlibat Dugaan Tindak Pidana Korupsi, Cawabup Diusung Partai Aceh Ditahan

“Bisa dikatakan saat ini sudah 90 persen, tinggal keputusan dari pak Erly Hasyim saja. Dan kami juga sudah melakukan musyawarah dengan pak Mohd Riswan,” katanya.

Sebelumnya dikabarkan, sempat beredar tiga nama yang akan mendampingi Erly Hasyim untuk maju di pemilihan kepala daerah serentak 15 Februari 2017 mendatang. Antara lain Afrida Waty, Rasmanuddin H Rahamin (PKS) dan Rahmad (Gerindra).

Untuk diketahui, Riswan ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinabang di Rumah Tahanan Klas II B Banda Aceh di Kajhu, Aceh Besar, sejak Jumat (19/8) lalu. Riswan diduga ikut bertanggung jawab atas dugaan tindak pidana korupsi dana hibah di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue 2011 lalu, dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 3,1 miliar.

Komentar

Loading...