Unduh Aplikasi

Cara MAA Tingkatkan Adat Istiadat dan Budaya bagi Generasi Muda

Cara MAA Tingkatkan Adat Istiadat dan Budaya bagi Generasi Muda
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe menggelar pendidikan adat bagi pelajar tingkat SLTA Se-Kota Lhokseumawe, Kamis (1/8/2019). Kegiatan tersebut bertujuan guna untuk mensosialisasikan adat istiadat dan budaya Aceh kepada generasi muda khususnya ditingkat pelajar.

Panitia Pelaksana, M Nasir Ali, kegiatan tersebut tidak lain bertujuan untuk mensosialisasikan adat istiadat dan budaya Aceh kepada generasi muda. Sehingga untuk ke depan para siswa dapat tetap menjaga adat dan istiadat serta budaya Aceh yang relegius dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua MAA Kota Lhokseumawe, Tgk Yusdedi mengaku selama ini sangat perihatin terhadap kondisi saat ini, dimana perilaku masyarakat di Aceh mulai tidak lagi sesuai dengan adat istiadat yang telah berlaku sejak zaman dahulu. Sehingga berdampak pada perubahan perubahan perilaku yang membuat kerugian bagi generasi muda di Aceh.

“Oleh karena itu kami menggelar pendidikan adat bagi siswa. Sehingga generasi penerus Aceh nantinya mengerti dan paham akan pentingnya menjaga adat istiadat serta budaya Aceh yang islami,” katanya.

Sambungnya lagi, hal ini guna untuk membentengi dampak buruk budaya luar yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Sosialisasi adat istiadat untuk generasi muda tentunya sangat penting.

“Jangan sampat nantinya perilaku anak-anak Aceh tidak laku beradat dan merusak tatanan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Lhokseumawe Miswar, mengatakan pendidikan adat istiadat ini sangat penting. Dimana dengan pendidikan tersebut akan dilakukan transfer budaya perilaku terpuji bagi generasi penerus. Sebab menurut Miswar, adat istiadat Aceh yang sudah turun temurun dijaga sangat baik.

“Adat Istiadat Aceh yang religius tentunya harus tetap dijaga dan dilestarikan. Hal ini penting untuk membentuk perilaku dan karakter siswa yang beradat dan berbudaya. Untuk itu, mari bersama kita jaga adat istiadat dan budaya kita,” ujar Miswar.

Pihaknya juga mengajak semua elemen masyarakat terutama para siswa untuk menjaga adat istiadat Aceh. Hal ini tidak lain untuk membentengi pengaruh buruk dari masuknya buadaya asing yang merusak. Terlebih kondisi saat ini, narkoba sudah sangat mengkhawatirkan peredarannya di Indonesia pada umumnya dan Aceh khususnya.

“Kondisi saat ini, dampak narkoba, sekitar 73.000 orang perlu dilakukan rehabilitasi. Tentunya ini angka yang cukup besar dan sangat mengkhawatirkan kita,” pungkasnya.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...