Unduh Aplikasi

PANTAUAN PASAR DI LHOKSEUMAWE

Cangkang Ketupat Diserbu Pembeli, Harga Ayam Potong Naik

Cangkang Ketupat Diserbu Pembeli, Harga Ayam Potong Naik
Pedagang cangkang ketupat di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe. Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H. Pedagang cangkang ketupat mulai membanjiri sejumlah pasar tradisional Kota Lhokseumawe. Cangkang yang terbuat dari daun kelapa muda tersebut dijual dengan harga Rp 4 ribu hingga lima ribu percangkangnya.

Pantauan AJNN, di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe, sejumlah pembeli juga mengincar cangkang ketupat tersebut untuk dijadikan sajian makanan seperti lontong dan lainnya.

Salah seorang pedagang, Basri mengatakan, dirinya akan menjual cangkang ketupat hingga memasuki hari meugang kedua (esok). Biasanya, dirinya mampu meraup keuntungan dari hasil jualan cangkang ketupat sekitar Rp 400 ribu per hari, tergantung kondisi dan keramaian pembelinya.

“Biasanya sehari bisa capai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu, dalam sekali lebaran kami jualan bisa mendapat keuntunga sekitar satu jutaan,” katanya kepada AJNN.

Sambungnya, cangkang ketupat yang dijual, selain dibuat sendiri secara tradisional, juga dipasok dari pembuat-pembuat tradisional lainnya di kawasan Kota Lhokseumawe. Dalam satu cangkang yang dijual Rp 5 ribu tersebut terdapat 10 buah ketupat.

“Pembuatan cangkang ketupat setiap lebaran merupakan sudah menjadi tradisi dan juga kebiasaan masyarakat Indonesia, khusunya dalam wilayah Aceh. Bahan bakunya juga mudah didapatkan yaitu hanya menggunakan daun kelapa muda saja,” ungkapnya.

Selain itu, memasuki hari meugang pertama di Kota Lhokseumawe, pemintaan daging ayam potong oleh pembeli mulai meningkat di sejumlah pasar tradisional kota setempat. Sementara harganya saat ini Rp 25 ribu per kilogram dari harga biasanya Rp 20 ribu per kilogram.

Pedagang ayam potong di pasar Pusong Kota Lhokseumawe, Rabu (13/6). Foto: Sarina

Salah seorang pedagang daging ayam potong di pasar Pusong, Kota Lhokseumawe, Mahrizal mengatakan, kenaikan harga tersebut mulai terjadi sejak dua hari terakhir. Sementara daging ayam potong yang dijual tersebut dipasok dari peternak dalam daerah Provinsi Aceh, seperti, Kabupaten Nisam dan Sawang, Aceh Utara.

“Pembeli sudah mulai ramai, namun untuk meugang kali ini tidak terlalu mengalami lonjakannya ketimbang meugang puasa yang lalu,” katanya.

Mahrizal menambahkan, daging ayam potong yang dijual rata-rata memiliki berat dua sampai tiga kilogram per ekor. Sementara jika per ekornya dijual dengan harga sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu saja.

“Meugang lebaran ini lebih murah harga ayam potong, dibandingkan meugang puasa yang lalu mencapai Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu per ekor,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Nurdin mengatakan, kendati harga ayam potong naik lima ribu per kilogram, namun masih sanggup dijangkau oleh ekonomi masyarakat, dibandingkan meugang yang lalu, harganya terlalu tinggi dan banyak warga ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli.

“Alhamdulillah, ini masih bisa dikatakan normal, dibandingkan meugang sebelumnya,” imbuhnya.

Ibadah Haji 1439H

Komentar

Loading...