Unduh Aplikasi

Calo PNS Yang Tipu Gadis Asal Pijay Ternyata Caleg DPRK

Calo PNS Yang Tipu Gadis Asal Pijay Ternyata Caleg DPRK
Ketua YARA Safaruddin memperlihatkan SK palsu pengangkatan PNS. Foto: Tommy

PIDIE JAYA - Salah seorang oknum Calon Legeslatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya diduga menjadi otak dibalik penipuan belasan gadis yang dijanjikan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintahan Aceh.

Nazaruddin paman dari Anita (salah seorang korban penipuan) yang dihubungi AJNN, Rabu (26/9) mengatakan, ia bersedia memberikan uang sebanyak Rp 130 juta karena ingin keponakannya dapat pekerjaan tetap. Namun ia tidak menyangka kalau Maimun yang juga merupakan sanak saudara akan menipu keluarganya sendiri.

Dari informasi yang didapatkannya, untuk calon PNS, Maimun meminta uang bervariasi. Untuk Strata satu Rp 200 juta dan jenjang Diploma III Rp 150 juta. Namun ia tidak mengetahui persis berapa jumlah korban di Kabupaten Pidie Jaya.

Baca: Gadis Asal Pidie Jaya Tertipu Calo PNS Rp 130 Juta

"Maimun itu yang lebih tenar disebut dengan Maimun Rajapante. Saya pikir dia saudara kami tidak akan menipu kami," kata Nazaruddin.

Niat mau membantu keponakannya (Anita), Nazaruddin malah tertipu oleh orang yang tenar dengan sebutan Maimun Rajapante.

Penelusuran AJNN, Maimun Rajapante dengan nama lengkap Maimun SP.MSi, ia terdaftar dalam Daftar Calon Tetap (DCT) sebagai salah seorang Caleg DPRK Pidie Jaya daerah pemilihan IV Tringgadeng-Panteraja dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) nomor urut 4.

DCT Caleg DPRK Pijay Dapil IV

Bukan hanya penipuan penerima PNS yang dilakukan oleh oknum caleg tersebut. Namun dia juga melakukan kesalahan besar lainnya, yaitu memalsukan tanda tangan mantan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, dan ia juga memalsukan surat berharga yakni SK.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin mengatakan, SK dan tanda tangan Gubernur Aceh saat itu adalah palsu. Pihaknya akan melaporkan Maimun kepada pihak kepolisian atas penipuan yang dilakukan Maimun.

"Disini ada tindak pidana yang dilakukan oleh Maimun berupa pemalsuan tandatangan Zaini Abdullah dan Setda Aceh, penipuan, dan penipuan surat berharga atau SK," ungkap Safaruddin beberapa hari lalu.

Hingga berita ini ditayangkan, AJNN belum berhasil mengkonfirmasi kepada Maimun terkait kasus penipuan ini. Nomor seluler yang dihubungi sedang sibuk, pesan singkat yang dikirim AJNN juga belum mendapat balasan.

Komentar

Loading...