Unduh Aplikasi

Caleg di Abdya Lebih Memilih Lakukan Kampanye Dialogis

Caleg di Abdya Lebih Memilih Lakukan Kampanye Dialogis
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT DAYA - Sepuluh hari sejak ditetapkan pada 24 Maret 2019, kampanye rapat umum tebuka Pemilu 2019 di Kabupaten Aceh Barat Daya masih sepi. Partai politik maupun calon legislatif peserta Pemilu, hingga Selasa (2/4) tidak menggelar kampanye terbuka yang masanya akan berakhir pada 13 April mendatang.

Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat menetapkan sembilan lokasi kampanye terbuka di masing-masing kecamatan dalam Kabupaten Abdya. Lokasinya terletak di lapangan bola kaki Pantee Rakyat (Babahrot), Pasar Kota Bahagia (Kuala Batee), Cot Manee (Jeumpa), Persada (Blangpidie), Pulau Kayu (Susoh), Lhang (Setia), Gunung Cut (Tangan-Tangan), Teungku Peukan (Manggeng) dan Meunasah Sukon (Lembah Sabil).

Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Panwaslih Abdya, Rahmah Rusli mengatakan memasuki hari kesepuluh masa kampanye terbuka dimulai, pihaknya belum menerima pemberitahuan akan dilangsungkannya kampanye rapat umum di lokasi yang telah ditetapkan KIP Abdya.

Berdasarkan regulasi yang mengatur tentang pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019, sebelum kampanye rapat umum dilakukan seharusnya parpol peserta pemilu membuat surat pemberitahuan ke pihak kepolisian, dengan tembusan kepada KIP dan Panwaslih.

"Sejauh ini kami belum menerima tembusan surat pemberitahuan mengenai kampanye rapat umum di lokasi kampanye umum yang telah disepakati," kata Rahma Rusli kepada AJNN, Selasa (2/4).

Ia mengatakan, tidak mengetahui alasan pasti terkait tidak digunakannya fasilitas titik lokasi kampanye yang telah disediakan. Namun, berdasarkan informasi yang ia dapatkan caleg dari masing-masing parpol peserta pemilu lebih memilih melakukan kampanye dialogis dan tatap muka dengan konstituen.

"Saya melihat, para caleg tersebut lebih memilih melakukan kampanye-kampanye dialogis dan tatap muka," ujarnya.

Sementara itu, kata Rahma, ada beberapa caleg dalam melakukan kampanye terbatas atau kampanye dialogis seringkali tidak mengantongi izin keramaian dari pihak kepolisian. Mereka hanya sebatas membuat pemberitahuan kepada keuchik secara lisan.

"Selama ini, kami ada caleg yang melakukan kampanye terbatas tanpa mengantongi izin. Hanya sebatas mengantongi izin di tingkat keuchik saja. Nah, kan tidak ada yang menjamin tidak terjadi keributan, jika ditemukan kondisi seperti ini maka kami akan melakukan pembubaran," tutupnya.

Komentar

Loading...