Unduh Aplikasi

Bupati Agara Juga Larang Warganya Rayakan Tahun Baru 2019

Bupati Agara Juga Larang Warganya Rayakan Tahun Baru 2019
Ilustrasi larangan merayakan Natal dan Tahun Baru bagi muslim. Photo: Net

ACEH TENGGARA - Bupati Aceh tenggara, Raidin Pinim mengeluarkan surat edaran yang melarang muslim di Kabupaten tersebut merayakan Natal dan Tahun Baru 2019.

Larangan disampaikan Raidin dengan mengeluarkan surat edaran nomor: SE/20/2018 tentang larangan memeriahkan Natal dan Tahun Baru 2019 M tertanggal 21 Desember 2018.

" Sehubungan dengan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2019 M, maka diminta kepada warga masyarakat muslim dalam wilayah Kabupaten Aceh Tenggara untuk tidak merayakan atau memeriahkan dengan hura-hura," tulis Raidin dalam surat edarannya.

Baca: Pemko Banda Aceh Larang Warganya Rayakan Tahun Baru 2019

Larangan dilatarbelakangi karena merayakan Natal dan Tahun Baru bukan budaya umat muslim. Tak hanya itu merayakannya juga bertentangan dengan syariat islam, adat istiadat, norma kebiasaan dan etika masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.

Baca juga: Wali Kota Larang Perayaan Tahun Baru di Sabang

"Berkenaan dengan hal tersebut, diharapkan kepada warga masyarakat muslim di Aceh Tenggara untuk mentaati hal-hal sebagai berikut," tulis Raidin Pinim dalam surat edarannya.

Adapun poin-poin surat edaran larangan merayakan Natal dan Tahun Baru 2019 yang dikeluarkan Bupati Aceh Tenggara tersebut yakni:

1. Kepada pemilik hotel/kafe/wisma/rumah penginapan, tempat wisata dan tempat-tempat sejenis dilarang menyelenggarakan, menyediakan, menyewakan tempat untuk kegiatan Natal dan Tahun Baru 2019.

2. Kepada seluruh masyarakat muslim untuk tidak ikut serta memeriahkan acara yang bersifat dalam rangka dan dalam bentuk apapun pada malam Natal dan Tahun Baru 2019.

3.Kepada pedagang untuk tidak menjual petasan, terompet, mercon, kembang api dan sejenisnya, apabila didapat, pedagang yang tidak mengindahkan surat edaran ini, maka barang dagangannya akan disita oleh Satpol PP WH dan Linmas Aceh Tenggara.

4.Kepada pemilik kafe menjelang malam Natal dan Tahun Baru agar tidak melanggar ketentuan dalam qanun Aceh nomor 06 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat serta mengelola kafenya sampai dengan pukul 22.00 WIB dan setelah itu tidak ada kegiatan dalam bentuk apapun.

Komentar

Loading...