Unduh Aplikasi

BPS: Lulusan SMK Tempati Tingkat Pengangguran Terbuka Tertinggi di Aceh

BPS: Lulusan SMK Tempati Tingkat Pengangguran Terbuka Tertinggi di Aceh
ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di Aceh menurut pendidikan, pada Agustus 2018, masih didominasi angkatan kerja yang memiliki kualifikasi pendidikan tertinggi Sekolah Menengah Kejuruan dengan persentase sebesar 10,72 persen.

Pada peringkat tertinggi kedua ditempati kualifikasi pendidikan tingkat SMA umum (9,83 persen), diikuti universitas (9,30 persen), diploma (5,92 persen), SMP (3,42 persen) dan TPT terendah penduduk dengan pendidikan tertinggi SD kebawah (3,22 persen). Data BPS Provinsi Aceh, angka pengangguran terbuka di Aceh totalnya mencapai 176 ribu orang.

Tingginya TPT yang disumbang dari penduduk dengan pendidikan SMK dan SMA Umum, menandakan bahwa banyak tenaga potensial lulusan SMK dan SMA Umum belum terserap secara maksimal ke dunia kerja.

"Selain itu, lulusan SMK kita masih belum siap langsung terjun ke dunia kerja," kata Kepala BPS Provinsi Aceh Wahyudin kepada wartawan, Senin (5/11).

Ia mencontohkan, di Aceh terdapat banyak SMK yang membuka jurusan seperti tata boga dan menjahit. Namun, kesiapan mereka untuk berkerja sebagai pekerja terampil dan terlatih belum memenuhi, apalagi untuk membuka lapangan kerja mandiri.

Sebab itu, para lulusan SMK tersebut perlu diberikan tambahan latihan praktis melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dalam rangka meningkatkan keterampilan, agar dapat terjun langsung ke dunia kerja.

"Mereka ini perlu diberikan kursus atau pelatihan tambahan, disamping itu perlu dibantu modal usaha," ungkapnya.

Selain itu, Wahyudin berpendapat bahwa rendahnya minat pemberi kerja terhadap angkatan kerja dengan kualifikasi pendidikan SMK, kemungkinan jurusan yang tersedia belum sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang tersedia atau dari sisi keterampilan lulusan yang masih belum memadai.

"Nah untuk itu, kurikulum SMK itu harus disesuaikan kembali dengan kebutuhan atau potensi yang ada di masing-masing daerah," ujarnya.

Komentar

Loading...