Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

BPS Aceh: Ekspor Kopi dan Batubara Terbesar di Januari 2019

BPS Aceh: Ekspor Kopi dan Batubara Terbesar di Januari 2019
Foto: CNN Indonesia

BANDA ACEH - Ekspor barang dari Aceh melalui pelabuhan di Provinsi Aceh dan luar Aceh pada Januari 2019 sebesar 20.366.380 USD, mengalami penurunan sebesar 10,81 persen dibandingkan Desember 2018. Bahkan tidak ada komoditi migas yang diekspor pada Januari, hanya melakukan ekspor komoditi non migas.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin mengungkapkan kelompok komoditi non migas terbesar yang diekspor pada Januari 2019, dari kelompok bahan bakar mineral berupa batubara yaitu sebesar 9.839.675 USD dan komoditi kopi arabica WIB atau robusta OIB, yaitu sebesar 8.704.722 USD yang merupakan kelompok komoditi kopi, teh, rempah-rempah.

"Ekspor komoditi non migas terbesar dari Aceh selama Januari 2019 ditujukan ke India yaitu sebesar 7.996.640 USD, dengan komitas utama berupa batubara dan Amerika Serikat sebesar 5.514.553 USD dengan komoditi utama berupa kopi arabica WIB atau robusta OIB," kata Wahyudin.

Ia juga menjelaskan ada beberapa komoditi yang berasal dari Aceh, namun diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, seperti melalui Provinsi Sumatera Utara dan DKI Jakarta. Persentase total nilai ekspor komoditi asal Aceh yang diekspor melalui provinsi lain pada Januari 2019 sebesar 50,72 persen terhadap total ekspor komoditi asal Aceh yang sebesar 20.366.380 USD.

"Komoditi terbesar yang diekspor pada bulan Januari 2019 melalui pelabuhan di luar Provinsi Aceh yaitu kopi arabica WIB atau robusta OIB, sebesar 8.748.228 USD, komoditi ini diekspor melalui Bandara Kuala Namu dan Pelabuhan Belawan di Provinsi Sumatera Utara menuju beberapa negara, tapi yang terbesar diekspor ke nSingapura dan Amerika Serikat," jelasnya.

Komoditi terbesar yang diekspor pada bulan Januari 2019 melalui pelabuhan di Aceh adalah batubara yaitu sebesar 9.839.643 USD. Komoditi tersebut diekspor melalui Pelabuhan Meulaboh yang menuju negara India dan Thailand.

"Nilai Impor Aceh pada Januari 2019 adalah sebesar 2.438.041 USD. Provinsi Aceh melakukan impor komoditas migas pada bulan Januari 2019 sebesar 2.166.858 USD (88,88 persen dari total impor) yang berupa komoditas Petroleum Bitumen (minyak aspal). Selain itu juga melakukan impor non migas sebesar 271.183 USD," katanya.

Selama Januari 2019, kata Wahyudin, nilai impor komoditi non migas paling besar adalah kelompok komoditi garam, belerang dan kapur dengan jenis barang adalah Gypsum, anhydrite (Gipsum) yaitu sebesar 220.990 USD atau sebesar 81,49 persen dari total impor non migas.

"Pada Januari 2019, impor non migas terbesar berasal dari Thailand yaitu sebesar 220.990 USD dengan komoditi berupa Gypsum, anhydrite (Gipsum)," ungkapnya.

Khanduri Laot

Komentar

Loading...