Unduh Aplikasi

BPN Sebut KPU Pulihkan 944 Ribu DPT Bermasalah

BPN Sebut KPU Pulihkan 944 Ribu DPT Bermasalah
Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru berhasil memperbaiki data 944 ribu dari 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah.

"Kami apresiasi kerja KPU yang sudah menyisir data tidak wajar. Hasilnya sementara dari KPU ada 944.164 data pemilih yang dilakukan perbaikan," ujar Juru Bicara Debat BPN Ahmad Riza Patria di Jakarta, Minggu (14/4).

Menurut Riza, dari hasil pertemuannya dengan KPU, mereka menyebut 470.331 data bermasalah juga akan dihapus permanen.

"Yang dicoret itu karena ganda atau orangnya udah meninggal dan lainnya. Dan yang diperbaiki ada kesalahan penulisan diperbaiki. Jadi poin kami dengan maksud baik agar lebih bersih dan demokrasi lebih baik," ucapnya.

Dengan waktu tersisa atau tidak sampai dua hari menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019, kata Riza, KPU masih akan membersihkan data-data bermasalah sesuai rekomendasi BPN.

"Dengan waktu yang tersisa kami sepakati dengan Bawaslu dan KPU kalau ditemukan nanti ada kekeliruan KPU akan menerima dan sama-sama diperbaiki sampai pemungutan suara, tetap dimungkinkan perbaikan. KPU memberi ruang," kata Riza.

Menurut penelusuran BPN, terdapat DPT bermasalah yang jumlahnya mencapai 17,5 juta karena memiliki kesamaan tanggal lahir.

Jika diurai, dari 17,5 juta DPT sebanyak 9,81 juta orang memiliki tanggal lahir 1 Juli, 5,37 juta orang bertanggal lahir 31 Desember, dan 2,36 juta orang lainnya mempunyai tanggal lahir 1 Januari. Kejanggalan inilah yang coba ditelusuri BPN sejak Desember tahun lalu.

Nama-nama dengan tanggal lahir yang sama ini juga sudah terdaftar di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pulau Jawa. Data BPN menyebutkan sebanyak 19.427 TPS menampung DPT yang memiliki tanggal lahir sama itu.

"Jadi untuk areanya kami tidak bisa sebutkan basis 01 atau 02. Tapi areanya KPU tau Bawaslu tau ada area rawan terjadi kecurangan, tapi kami tidak bisa sebutkan daerahnya. Ini juga akan kami perbaiki," kata Riza.

Sementara itu Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa data untuk DPT 2019 yang benar yaitu 190 juta di Indonesia dan 2 juta luar negeri.

Oleh karena itu, Hashim mendorong penuh agar KPU cepat memperbaiki datanya. Hashim mengaku tidak mencurigai kubu lawan untuk kasus ini, namun jika kemenangan jatuh pada kubunya nanti dikhawatirkan dapat memicu polemik baru.

"Kalau kami menang, jangan sampai kami dipermasalahkan karena angka ini," kata adik Prabowo ini.

Komentar

Loading...