Hasanudin
Unduh Aplikasi

BPKH: Kami Tak Berniat Ambil Alih Pengelolaan Baitul Asyi

BPKH: Kami Tak Berniat Ambil Alih Pengelolaan Baitul Asyi
Anggito Abimanyu. Foto: Net

BANDA ACEH - Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelolah Keuangan Haji (BP BPKH), Anggito Abimanyu mengatakan telah terjadi kesalahpahaman terhadap rencana BPKH dalam melakukan penjajakan investasi yang akan dilakukan di Arab Saudi. Beberapa hari terakhir santer terdengar kabar bahwa Pemerintah Pusat melalui BPKH akan mengelolah dengan melakukan investasi di tanah waqaf peninggalan Habib Bugak Asyi di Mekkah tersebut.

Baca: Temui JK, BPKH Lapor Rencana Pengelolaan Tanah Wakaf Aceh di Makkah

"Saya kira itu ada kesalahpahaman, kami tidak pernah menyampaikan dan tidak berhak serta tidak ada niat sama sekali untuk mengambil alih pengelolaan tanah waqaf Baitul Asyi. Jadi hal itu tidak benar dan tidak ada sama sekali arahan dari Pemerintah (Pusat), itu murni adalah BPKH dalam rangka optimalisasi investasi di Arab Saudi," ungkap Anggito Abimanyu kepada AJNN, Selasa (13/3).

Menurut Anggito, sejak awal saat akan melakukan kerjasama investasi pihaknya mengetahui bahwa tanah waqaf Baitul Asyi itu nadzirnya merupakan beberapa ulama-ulama Arab Saudi, kemudian investor dan pengelolaan investasinya juga orang Arab Saudi, dan hal Ini merupakan kesempatan untuk berkerjasama dengan investor yang kebetulan pengembang di Baitul Asyi.

"Kita mencari investasi untuk kemudian menjadi investor terhadap tanah-tanah disana, dan kita akan melakukan kerjasama dengan investor-investor di Arab Saudi, hal ini supaya jamaah haji kita juga bisa mendapatkan tempat yang layak dan memadai sekaligus bisa menciptakan nilai manfaat bagi jamaah haji kita. Keuntungan lainnya jika investornya itu Indonesia, maka bagi hasilnya itu adalah untuk jamaah haji Indonesia termasuk jamaah haji Aceh. Nah kalau sekarang karena investornya dan pengelolahnya orang Arab Saudi maka investasi diatas tanah Baitul Asyi itu dinikmati oleh sebagian besar oleh investor dan pengelolah Arab Saudi," jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa ada permintaan kerjasama untuk investasi di Arab Saudi dengan BPKH di Indonesia, termasuk salah satunya di tanah waqaf Baitul Asyi ini.

"Kami sudah menjajaki beberapa tempat, tapi memang yang paling bagus di Baitul Asyi dan kami pikir itu bisa menjadi sebuah sinergi. Jadi kalau investornya mau berkerjasama dengan kami dan harganya cocok itu alangkah baiknya, sehingga tanah Baitul Asyi itu manfaatnya kembali kepada jamaah haji ataupun pelajar-pelajar Aceh yang di Mekkah.

Ia juga mengungkapkan bahwa dia sudah berbicara dengan beberapa rekan aktivis di Aceh, dan mengatakan bahwa isue mengenai pengambil alihan pengelolaan terhadap Baitul Asyi tersebut tidak benar. Anggito juga mengatakan bahwa pihaknya juga telah menemui pihak Pemerintah Aceh untuk membicarakan hal ini beberapa waktu lalu.

"Saya ingat sekali, berkali kali saya sampaikan bahwa itu hanya investasi dan tidak pernah ada kata-kata pengambil alihan pengelolaan tanah waqaf, tetapi hanya investasi termasuk diatas tanah waqaf Baitul Asyi ini. Kami sudah datang ke Banda Aceh untuk bertemu Pemerintah Aceh, dan kami sekarang sedang mempelajari ikrar waqafnya dan kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak nadzirnya di Arab Saudi serta sudah bicara secara informal dengan investornya," tegas mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu ini.

Adi Maros
Gratis Bea Balik Nama Non BL - SAMSAT Aceh
Gayo Alas Mountain Int Fest 2018

Komentar

Loading...