Unduh Aplikasi

BPKAD Pijay: BPBD Belum Lampirkan Berkas 297 Unit Rumah Daftar Tunggu

BPKAD Pijay: BPBD Belum Lampirkan Berkas 297 Unit Rumah Daftar Tunggu
Kepala BPKAD Pidie Jaya, M Diwarsyah. Foto: AJNN.Net/Muksalmina

PIDIE JAYA - Proses rehababilitasi dan rekontruksi pasca gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu masih mandek, khususnya 297 unit rumah yang masuk daftar tunggu. Bahkan hingga tiga kali puasa, masih terdapat korban gempa yang menempati hunian sementara (huntara).

Pencairan bantuan rehab rekon untuk 297 unit itu belum dapat dilakukan karena pemerintah setempat belum mentransfer dana bantuan ke rekening kelompok masyarakat (pokmas).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pidie Jaya, M Diwarsyah kepada AJNN, Rabu (15/5) menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima lampiran atau berkas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sebagai syarat mentranfer dana dari rekening kas daerah ke rekening pokmas.

"Dana untuk 297 unit itu ada di kas daerah, tapi sampai saat ini BPBD belum melampirkan berkas kepada kami supaya dapat mentranfer ke rekening pokmas," kata Diwarsyah.

Baca: Tiga Kali Puasa, Korban Gempa Pijay Masih Bertahan di Huntara

Diwarsyah menjelaskan, setelah berkas diserahkan oleh BPBD, pihaknya baru dapat mentransfer bantuan tersebut ke setiap pokmas. Sementara proses tahapan pencairan, lanjutnya, hal tersebut juga berdasarkan permohonan dari BPBD setempat.

"Bahannya belum masuk, bagaimana mau ditransfer?," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, dari 1.010 unit rumah rusak akibat gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu yang masuk dalam daftar tunggu, sebanyak 297 unit diantaranya akan segera dimulai pembangunannya.

"297 unit segera dimulai pembangunanya, termasuk rumah Nyak Gade yang di Bandar Baru. Saat ini sedang proses pemindahan uang dari kas daerah ke rekening pokmas," kata Kepala BPBD Pidie Jaya melalui Kabid Rehab Rekon, Aswan kemarin.

Festival Ramadhan Aceh 2019

Komentar

Loading...