Topik

Bongkar Barang Milik PT Medco dari Kapal, Warga Minta Biaya Rp 100 Juta

·
Bongkar Barang Milik PT Medco dari Kapal, Warga Minta Biaya Rp 100 Juta
Kapal pengankut barang milik PT Medco yang dihadang warga dan bekas kombatan. Foto: Mahyuddin

ACEH TIMUR - Sejumlah barang kebutuhan milik PT JEC yang akan dipasok ke lokasi PT Medco E&P Malaka di Blang Nisam, Kecamatan Julok, Aceh Timur, hingga kini belum berhasil dibongkar. Pasalnya pihak perusahaan belum mencapai kesepakatan dengan sejumlah warga dan bekas kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menghadang pembongkaran itu.

Informasi yang diperoleh AJNN, kapal tongkang Arlin 1818 milik PT Masaji Prayasa Cargo (MPC) yang mengangkut alat pendingin gas milik PT JEC Subcon PT Medco E&P Malaka sudah beberapa hari bersandar di Pelabuhan Simpang Lhee, Kecamatan Julok.

Proses bongkar muat belum bisa dilakukan karena warga yang tergabung dengan sejumlah mantan kombatan meminta agar armada perusahaan bongkar muat yang akan dilakukan oleh PT Samudra Indonesia diganti dengan PT Bintang Samudra Pasee.

Salah seorang sumber AJNN mengatakan pertemuan antara pihak JEC dan PT Samudra Indonesia dengan sejumlah warga serta bekas kombatan belum mendapatkan kesepakatan. Pertemuan yang berlangsung Selasa (12/6) itu dimediasi oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Julok.

"Penghadang minta perusahaan yang mengangkut harus PT Bintang Samudera Pasee. Biaya pembongkaran diminta Rp 100 juta," kata sumber AJNN yang meminta untuk tidak menyebutkan namanya demi keamanan.

Ia mengungkapkan biaya Rp 100 juta terbagi beberapa item, seperti biaya pengamanan kapal, biaya kargo, biaya tenaga kerja, dan biaya apabila ada masalah sosial yang timbul.

"Warga dan bekas kombatan ini mengancam akan menyetop semua angkutan apabila permintaan mereka disepakati," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Humas PT JEC Agus Dody Sugiarto yang dihubungi AJNN membenarkan kalau pihaknya belum bisa melakukan bongkar muat karena belum ada kesepakatan dengan para penghadang.

"Barang kami masih di atas kapal, penghadang minta armada angkut dari perusahaan PT Samudra Indonesia diganti dengan PT Bintang Samudra Pasee," kata Agus Dody Sugiarto.

Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto melalui Kepala Polisi Sektor Julok AKP Eko Hadianto mengaku terus berusaha melakukan mediasi agar menemukan titik temu. Sehingga barang-barang yang ada di kapal bisa segera diturunkan.

"Iya," kata Kapolsek singkat.

Komentar

Loading...