Unduh Aplikasi

BKSDA Lhokseumawe Lepas Liarkan Dua Ekor Burung Rangkong ke Habitat

BKSDA Lhokseumawe Lepas Liarkan Dua Ekor Burung Rangkong ke Habitat
BKSDA lepasliarkan Dua ekor burung Rangkong, Selasa (22/10). Sarina

LHOKSEUMAWE - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melepasliarkan dua ekor burung Rangkong (Hornbill) di kawasan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (22/10).

Amatan AJNN, dua ekor burung Rangkong jantan tersebut dilepas liarkan dengan cara membuka sangkar kurungan dan dibiarkan lepas.

Kepala BKSDA seksi wilayah I Kota Lhokseumawe, Dedi Irvansyah, mengatakan, sebelumnya, dua ekor burung Rangkong jantan yang merupakan satwa liar yang harus dilindungi tersebut merupakan serahan warga Kabupaten Bener Meuriah secara sukarela.

"Sebulan yang lalu, dua ekor burung Rangkong ini diserahkan secara sukarela oleh warga. Dan hari ini kami melepasliarkan kembali ke habitatnya," kata Dedi kepada AJNN.

Tujuan dilepasliarkan burung tersebut, kata Dedi, agar burung itu dapat berkembang biak sebegaimana mestinya, kerena hewan itu harus dilindungi berdasarkan Undang-Undang yang berlaku dan BKSDA sendiri terus melakukan upaya persuasif kepada warga yang memiliki satwa dilindungi.

"Sebelum dilepasliarkan, dua ekor burung Rangkong tersebut sudah dikarantina dan di rawat untuk proses pemulihan terlebih dulu di Kantor BKSDA Lhokseumawe.

Untuk tahun ini, dari awal januari hingga Oktober sudah empat ekor burung Rangkong kita lepasliarkan, dan semuanya merupakan hasil serahan sukarela," ungkapnya.

Dedi juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, baik itu pedagang berbagai jenis burung atau hewan lainnya, janganlah melakukan jual beli satwa liar yang dilindungi, karena akan melanggar undang-undang dan dijerat dengan ancaman hukuman penjara.

"Kami juga menyampaikan jika ada yang melihat segera melaporkan, dan jika ada yang memelihara satwa dilindungi itu, maka kembalikan ke habitatnya atau serahkan ke Kanyor BKSDA setempat," imbaunya.

Menurut Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya. Bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperjualkan satwa yang dilindungi.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...